Berharap Agar dapat ‘Rumah RLH ,Asnita Murni dapat Pujian

Tidak ada komentar 909 views
example banner

Penulis :Said Rohil


Foto Rumah Siregar , Kab-Rohil

Foto Rumah Siregar , Kab-Rohil

Riauandalas.com-Ternyata masih ada kehidupan seperti yang di alami anak enam ini Samsir Si Regar (53) berasal dari Tapanuli Selatan dan Istri nya Lina (35) adalah berasal dari panipahan (palika)dalam sehari hari kihidupannya sangat pahit untuk mencukupi ke butuhan keluarga nya.

Samsir Siregar adalah salah satu bekerja sebagai mengait ‘(Dodos) buah kelapa untuk mencukupi anak dan istri nya ,karena hal itu suatu tanggung jawab bagi dirinya selaku suami walaupun hasil yang di dapat nya sehari hari kadang ada kadang tidak ada,

“Saya mengait buah kelapa upahnya bagi dua sama pemilik kelapa nya,satu hari nya saya dapat kan 70 buah atau pun 80 buah kelapa, tetapi hal ini tidak setiap hari kita kerja kan, kadang dua atau tiga hari sekali baru lah kita mengait kelapa lagi,sebab kelapa nya tidak setiap hari bisa di kait, minimal satu bulan sekali baru bis di kutip, kata Samsir Siregar Sabtu 9 April 2016 sekitar pukul 2 Wib siang di ke diaman rumah nya di Rt 26 tepat nya di jalan SMA 2  kelurahan Bagan Hulu Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir,

Samsir Si Regar yang memiliki anak enam tersebut mengaku bahwa ia dan keluarga nya ketika mengontrak rumah di jalan SMA( 2) selama 2 tahun, lima bulan nonggak sampai tidak dapat di lunasi ,karena situasi pencarian nya sehari hari cuma mengait buah kelapa orang lain,lantaran menurut nya hasil yang di dapat kan oleh nya kurang memungkin kan buat keluarga,itu sebab nya diri nya dan keluarga mengambil inisiatif untuk pindah rumah dan mereka menumpang di tanah orang lain dan mereka pun membuat rumah berdinding kan atap nipah dan beratap nipah selama jangka 2 tahun,

“di rumah ini kami sudah enam(6) bulan,kami lakukan ini karena kami memang orang tidak mampu untuk menghadapi nya,apa lagi pekerjaan saya cuma mengait kelapa berapa lah dapat hasil nya,lain lagi kebutuhan anak anak sekolah, tapi hal itu tidak masalah lah bagi saya, asal kan saya dan keluarga saya dapat berteduh jika ada bantuan rumah resetlemen dari Pemerintah Rohil dan DPRD Rohil, bebernya,

Pantauan Riau Andalas di lapangan   sangat miris kehidupan Samsir Si Regar untuk  mencukupi kebutuhan keluarga nya, bahkan didalam rumah nya pun satu alat barang berharga tidak di miliki nya,seperti televisi,Honda, dan yang lain lain,sedih nya lagi rumah nya juga tidak memakai lampu listrik cuma memakai lampu pelito,bagaimana kah nasib anaka anak nya saat melakukan pelajaran sekolah nya jika di malam hari, selain itu samsir juga menerang kan berbagai keluhan yang di alami nya  tentang kebutuhan keluarga nya, di salah satu nya adalah seperti jumlah anak anak nya diatara sekolah dan belum sekolah, dua belajar di SMP yayasan Haji Ujang khalizah dan satu belajr di SD dimuhammadiyah di Jalan SMA 2 kelurahan Bagan Hulu Kecamatan Bangko, bagaimana kah respon  Pemerintah Rohil dan DPRD Rohil menyikapi hal ini, sedang kan tempat tinggal Samsir dan keluarga nya tidak ada untuk menetap,

Samsir berharap kepada Pemerintah dan DPRD agar dapat membantu Rumah resetlemen atau rumah layak huni agar ia dan keluarga nya bisa nyaman,bahkan
kemarin ia  sudah meminta rumah resetlemen di jalan bulan,tetapi belum juga mendatangkan buah hasil,

“kemarin sudah kita coba meminta rumah resetlemen tapi tidak ada respon nya, apa boleh buat lah berarti belum rezeki kita, jadi sekali lagi saya berharap kepada Pemerintah Rohil dan DPRD Rohil kiranya hal ini dapat merespon nya,harap nya dengan serius,

Di tambah kan Samsir Siregar bahwa ia memuji sesosok seorang guru honorer yang berhati sosial yaitu, (Asnita Murni-red) yang mengajar di Sekolah Dasar Suwasta (SDS) muhammadiyah di Jalan SMA 2 yang tidak terlalu jauh dari rumah baru nya yang di buat dengan ber dindingkan atap nipah dan beratap kan nipah, sebab lanjut nya,selaluï membantu kebutuhan keluarga nya, padahal menurut nya atara Samsir dan Guru honor tersebut tidak ada hubungan darah,

“Saya pernah tidak ada apa apa di rumah untuk ke butuhan kelurga dan anak anak semua pada kapok dengan kebingungan, lalu saya bertindak untuk menjumpai guru Honor Asnita Murni, dan dia membantu saya,bahkan tikar dilantai rumah saya pun di bantu nya sebelum rumah saya memiliki tikar, hal ini saya juga mengucap kan terima kasih sebesar besar nya kepada Asnita Murni, cutes nya***(said)