Minim Balon Berkualitas, Berpengaruh pada Koalisi Partai

Tidak ada komentar 402 views
example banner

IMG-20160722-WA012
Pekanbaru, Riau Andalas.com- Menuju Pemilihan kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang, beberapa partai besar di Riau sangat selektif dalam menenutukan pilihan kandidat Balon. Buktinya hingga kini belum ada partai yang memastikan Balon yang akan di usung, baik untuk Balon Walikota, Bupati maupun wakil sebagai pendamping. Sehingga untuk penentuan Balon tersebut para partai terkesaan jual mahal dalam penerimaan sang Balon.

Menurut pengamat politik Riau, Heru Kurniadi, jika partai jual mahal untuk menentukan balon yang akan diusung tersebut sudah lumrah di Indonesia. Apa lagi partai-partai besar yuang sudah memiliki nama dan banyak kursi untuk mengusung. Namun saat ini, permasalahan partai belum ada memastikan Balon tidak terjadi pada jual mahal dan jaga gengsi. Tapi minimnya populeritas dan kualitas Balon yang akan diusung kedepan. Sementara partai menginginkan yang akan diusung itu untuk menang.

“Bukan merendahkan, kita bisa lihat dan menilai kandidat yang mencalonkan diri untuk maju pada pilkada dua daerah kedepan. Boleh dikatakan tidak dikenal masyarakat secara keseluruhan, temasuk pengalaman dan program yang sudah diberikan pada masyarakat selama ini,” kata Heru Rabu (3/8).

Disisi lain katanya, diambil dari yang ada masyarakatpun sudah terlanjur kecewa. Akibat kekilafan dan kesalahan dalam mejalankan program. Sehingga hal ini mejadi pengaruh bagi partai dalam mimilih dan menentukan berkoalisi. Karena masing-masing balon yang akan diusung partai melalui koalisi, meragukan untuk mampu mencapai kemenangan.

“Partai berkoalisi itu tidak hanya melihat pada besarnya partai, tapi kuncinya pada Balon yang akan didukung. Jika Balon yang didukung itu tidak berkuaitas dan diragukan maka partai juga akan berfikir untuk berkoalisi satu dengan yang lain. Maka itu kita menilai untuk Pilkada 2017 Pekanbaru dan Kampar saat ini, bukan partai yang jual mahal, tapi sulit dalam menentukan pilihan,” ujarnya.

Selain itu tambahnya, masyarakat juga dibingungkan dengan banyaknya kemunculan para calon yang menyatakan maju saat ini. Sehingga juga menjadi problema bagi masyarakat dalam menentukan. Bahkan bisa berdampak pada masyarakat untuk memberikan pilihan karena tidak tau arah untuk memberikan kepercayaan.

“Masyarakat sekarang ini sudah pintar dalam memilih, maka itu kemunculan banyak calon ini juga berpengaruh pada masyarakat. Karena untuk pilkada ini masyarakat pintar berdasarkan pengalaman yang sebelum-sebelumnya. Dimana masyarakat sudah sering kecewa. Mudah-mudahan saja kedepan ini tidak terjadi lagi dan masyarakatpun kembali sepertu dulunya dalam memberikan pilihan,” tuturnya. (Dri)***