Menuju Istana Siak Wisata Heritage

Tidak ada komentar 1302 views

PEKANBARU, Riauandalas. Com – Dinas Pariwisata Riau tidak henti-hentinya untuk terus menggali pariwisata di Riau. Mulai dari kekayaan alam hingga kebudayan. Seperti Istana Siak yang dalam waktu dekat ini akan ditetapkan jadi warisan budaya nasional.

Setelah mengikuti Festival Perang Air di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau awal pekan lalu, kini Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, beserta rombongan langsung mengunjungin dan menikmati keindahan Istana Siak, Rabu (1/2).

Dimana kunjungan tersebut Fahmizal dalam rangka menyikapi “aksi” Kementerian Pariwisata yang baru-baru ini menurunkan team bersama Konsultan Asian Development Bank, bahwa Istana Siak telah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional yang juga akan diajukan dan didorong sebagai wisata heritage.

“Jadi pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata telah melakukan pemaparan tentang Istana Siak sebagai wisata heritage,” kata Fahmizal.

Sesungguhnya apa wisata heritage itu? Dalam kamus Inggris-Indonesia susunan John M Echols dan Hassan Shadily, heritage berarti warisan atau pusaka. Sedangkan dalam kamus Oxford, heritage ditulis sebagai sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa atau negara selama bertahun-tahun dan dianggap sebagai bagian penting dari karakter mereka.

Dalam buku Heritage Management, Interpretation, Identity, Peter Howard memaknakan heritage sebagai segala sesuatu yang ingin diselamatkan orang, termasuk budaya material maupun alam. Selama ini warisan budaya lebih ditujukan pada warisan budaya secara publik, seperti berbagai benda yang tersimpan di museum.

“Ya, wisata heritage adalah wisata budaya, warisan dan peninggalannya. Ini harus kita dorong terus hingga terwujud upaya mengangkat potensi wisata yang ada di Riau ini,” ucap Fahmizal.

Usai menikmati keindahan peninggalan Kerajaan Siak, Fahmizal bersama rombongan menikmati lezat kuliner yang terdekat dari Istana Siak, yaitu Rumah Makan Hafiz. Rumah makan ini terdapat di water front city Siak. Makanan khasnya soup ikan tenggiri, dan ikan kakap.

Soal harga, kata Fahmizal sedikit berpromosi, relatif murah hanya Rp 35 ribu per porsi. “Soupnya yang sangat segar dan gurih, jelas hal ini membuat pelancong ingin terkenang dan ingin kembali lagi ke istana Siak,” katanya.(zk)