LSM Lima: Ada Oknum Satpol Terima Setoran

Tidak ada komentar 778 views

PEKANBARU (riau andalas.com) – Bulan Ramadhan seharusnya menjadi bulan yang penuh berkah dan diwarnai dengan ibadah.

Akan tetapi berbeda dengan tempat hiburan serta tempat panti pijat, padahal surat himbauan walikota telah beredar tetapi sepertinya tidak diindahkan oleh para pelaku usaha, serta pengawasan Satpol PP sendiri pun seperti tebang pilih.

Menurut Ketua DPP LIMA (Lembaga Informasi Masyarakat) Adrison mengatakan terkait dengan panti pijit dan tempat hiburan agar menutup kegiatannya selama bulan suci ramadhan, agar dinas pemerintah kota dapat bertindak secara tegas dan tidak tebang pilih.

“Saya harap Satpol PP dan setiap kecamatan di kota pekanbaru, untuk menyikapinya selama bulan suci ramadhan, seandainya kedapatan dinas-dinas terkait pemerintah kota pekanbaru yang bekerjasama dengan tempat usaha tersebut maka pemerintah kota pekanbaru harus bersikap tegas memberikan sanksi kepada dinas yang terkait”, ujar Son.

Masyarakat Lingkungan tempat usaha tersebut merasa gerah dengan terselubungnya mengatasnamakan pijat urut keluarga. Dan dinas terkait pun selama ini seperti menutup mata berbagai kejadian yang ada dolingkungan masyarakat.

Ketua DPP LSM LIMA Adrison meminta kepada pemerintah kota pekanbaru bersikap tegas kepada bawahannya, sekiranya ada yang menutup-nutupi kegiatan pijat urut tradisional terselubung yang kebanyakan dikota pekanbaru ini.

Dan berharap Walikota Pekanbaru dapat bersikap tegas dan juga berani memberikan sanksi kepada oknum-oknum nakal di pemerintah kota pekanbaru ini dan juga dengan tegas menindak para pelaku usaha yang membandel.

Dari pantauan dilapangan terlihat banyak para pelaku usaha yang tidak mengindahkan himbauan walikota pekanbaru, dengan hanya berdalih untuk mencari sesuap nasi.

Dari informasi dari pemilik panti pijit tradisional yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa sudah membayar tempat izin usaha dan juga menyetor uang keamanan kepada oknum-oknum nakal.**(Des)