Komisi II DPRD Riau Hearing Sembilan Perusahaan Perkebunan, tapi Torganda Mangkir

example banner

PEKANBARU, Riauandalas.com– Menyikapi permasalahan di masyarakat dengan perusahaan, Komisi II DPRD Riau melakukan hearing dengan perusahaan bergerak sektor perkebunan. Hearing ini dengan tujuan mencari solusi terbaik. Tapi, perusahaan yang dipanggil itu tidak hadir PT Torganda.

Untuk diketahui, kesembilan perusahaan dipanggil hearing PT Adie Grup, PT Sàfari Riau, PT Sari Lembah Subur,  PT Langga Inti Hebrida, PT Torganda, PTPN V,  PT Bratasena, PT Ragi Garda Mas Sejahtera, PT Rumbai, dan PT LIH. Dan dari instansi Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan.

Usai hearing, Ketua Komisi II DPRD Riau Makmun Solikhin mengatakan, dipanggil hearing perusahaan perkebunan demgan tujuan mencarikan solusi terbaik. Karena ada juga diantara perusahaan itu, konflik dengan masyarakat. Perusahaan diminta jujur sàmpaikan persoalan dilapangan.

“Dari sembilan perusahaan diundang itu, hanya satu perusahaan tidak hadir. Yaitu PT Torganda, dan kita tidak tahu kenapa tidak hadir. Mungkin saja ketidakhadiran itu akan merasa teradili. Padahal hearing digelar untuk mencari solusi terbaik, agar nyaman berinvestasi,” katanya

Makmun juga menyampaikan, maka saat hearing ini diminta jujur meutarakan atas persoalan dilapangan. Apalagi itu terkait perusahaan-perusahaan yang berkonflik lahan dengan masyarakat maupun yang berkaitan dengan egoisme perusahaan.

Politisi PDIP dari Dapil Kampar ini, sebut selain menyelesaikan persoalan adanya konflik lahan dengan masyarakat, pihak Komisi II DPRD Riau ingin mengetahui peran dan konstribusi dari perusahaan terhadap pemerintah daerah.

Kesempatan itu Makmun menerangkan,
informasi sementara diperoleh Komisi II DPRD Riau ada persoalan yang paling mendasar adalah konflik lahan. Dimana perusahaan yang sudah mempunyai izin tapi diserobot oleh masyarakat. Bahkan soal tumpang tindih lahan yang sekitar  5.500 ribu hektar. (Dai)