Inilah Derita Warga Dumai

Tidak ada komentar 736 views
example banner

mati lampuDUMAI,RIAUANDALAS.COM-Dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir, Kota Dumai kembali diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Hal ini memaksa masyarakat untuk menggunakan masker saat hendak keluar rumah, bahkan sekolah-sekolah sudah berulang kali diliburkan akibat gangguan kabut asap yang kian menebal.

Tak berhenti disitu, derita masyarakat Kota Dumai semakin bertambah pula ketika pemadaman listrik Perusahaan listrik negara (PLN) Kota Dumai terus berlanjut dan terjadi secara berulang setiap harinya. Tak hanya kedua derita tersebut, penderitaan masyarakat Kota Dumai juga menjadi semakin lengkap ketika masyarakat harus menanggung derita langkanya gas LPG 3Kg di Kota Dumai.

“Derita semakin lengkap dirasa saat harus merasakan batuk dan sesak nafas akibat kabut asap. Sehingga akibatnya kami masyarakat terpaksa mengurangi kegiatan diluar rumah terkhusus yang memiliki anak balita, sementara ketika dirumah listrik kerap kali mati hidup mati hidup dan begitu seterusnya disetiap harinya. Tak berhenti sampai disitu, kesulitan masih terus berlanjut ketika masyarakat pengguna gas LPG 3Kg mengalami kesulitan dalam memperolehnya akibat kelangkaan yang terjadi. Dan inilah penderitaan masyarakat Kota Dumai yang terpaksa harus dijalani,” keluh seorang Ibu Rumah Tangga warga Kecamatan Sungai Sembilan Aty.

Pantauan dilapangan, kabut asap tebal tak hanya membahayakan kesehatan masyarakat seperti mata iritasi atau perih dan batuk disertai sesak nafas, kabut asap juga dapat berakibat fatal bagi kesehatan anak-anak balita. Benar saja, hari ini (Rabu, red) berhasil dijumpai seorang Bayi Laki-laki berusia 5 Bulan yang terpaksa harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) akibat mengalami gangguan saluran pernafasan yang diduga dampak dari kabut asap.

Tak hanya sampai disitu, langkanya gas LPG 3Kg di Kota Dumai, membuat derita masyarakat Kota Dumai semakin lengkap dan membuat masyatakat kian resah. Sebab kalaupun ada, harganya akan melambung tinggi. Agen LPG sendiri berani menjual LPG 3Kg seharga Rp. 20.000 per tabung.  Sementera pengecer di tingkat kios-kios kecil menjual Rp. 25.000 s/d Rp. 28.000 per tabung. Itu pun kalau sedang ada.

Diakui, salah seorang IRT Pengecer gas LpG 3Kg di Jalan Tenggiri Kelurahan Teluk Binjai, bahwa sudah dua hari stock gas LPG 3Kg ditempatnya kosong. “Masyarakat daerah sini juga sudah mencari ke tempat lain, namun tetap saja tidak dapat atau tidak menemukan adanya gas LPG 3Kg. Sehingga tak jarang, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjelang adanya stock gas LPG 3Kg, masyarakat daerah sini harus beralih menggunakan kompor minyak tanah, yang harga minyak tanah juga tinggi serta sedikit sulit dalam mencarinya,”ujarnya.

Sementara terkait pemadaman listrik yang terus berlanjut, juga seorang pengusaha elektronik di Kota Dumai, Pasalnya, menurutnya dengan adanya pemadaman yang terjadi secara berulang disetiap harinya dapat memicu dan membuat barang-barang dagangan elektronik miliknya cepat rusak.

“Dalam proses pembayarannya, PLN selalu menggesa agar tepat waktu dan sebagainya. Namun apa yang dirasakan masyarakat tak sebanding dengan apa yang dituntut oleh pihak PLN. Terlebih, atas adanya pemadaman yang terjadi secara berulang disetiap harinya barang-barang elektronik menjadi cepat rusak dan tagihan yang harus dibayarkanpun menjadi membengkak,”pungkasnya.(*)