Diikuti Ratusan Pelajar, Kapolres Rohul Buka Penyuluhan Bahaya Narkoba.

example banner

ROKAN HULU, Riauandalas.com- ‎Guna menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan Narkoba di kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Badan Narkotika kabupaten (BNK) Rohul, bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, taja penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Penyuluhan bahaya narkoba ‎diikuti ratusan pelajar SLTA dari 4 kecamatan, orang tua, Bahayangkari, Persit dan Dharma Wanita digelar di Convention Hall Islamic Center, Minggu (31/3/2019).

Kegiatan dibuka Kapolres Rohul, AKBP M.Hasyim Risahondua, S.IK, M.Si, didampingi Waka polres, Kompol Willy Kartamah, Kepala Pelaksana harian BNK Rohul, AKP Masjang Effendi, ‎perwakilan BNNP Riau, sebagai Narasumber, Mirah Benita SH,  dr. Indah Triana serta Perwakilan Kacab Disdik, Iskandar, juga juga hadir Para Kabag, Kasat dan‎ Kapolsek Jajaran Polres Rohul.

Kapolres Rohul, ketika membuka penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba mengungkapkan, narkoba merupakan musuh bersama. Bukan hanya musuh dari pihak Kepolisian, namun seluruh elemen masyarakat juga merupakan musuh dari Narkoba,Untuk itulah perlu adanya kerjasama yang kuat antar element masyarakat.

AKBP M. Hasyim mengakui, peredaran narkoba tidak hanya menyasar kaum dewasa, namun pelajar juga sudah menjadi target dalam penyebaran narkoba, sehingga tameng atau penangkal yang paling kuat adalah peran dari keluarga atau orang tua.

“Hal yang paling penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus menjadi Tameng Terkuat adalah peran dari keluarga terlebih orang tua,” katanya.

Katanya, bahwa tema penyuluhan kali ini sangat tepat yakni, ‎”jauhkan keluarga kita dari narkoba, jadikan keluarga kita sadar akan bahaya narkoba, hidup sehat dan terhormat tanpa narkoba”.

Menurutnya, keluarga merupakan orang terdekat ‎yang mampu menangkal bahaya narkoba, sehingga penyuluhan kali ini lebih ke peran keluarga dalam memberikan pemahaman bahaya narkoba bagi anggota keluarga, terlebih bagi pelajar.

Hasyim menghimbau kepada keluarga untuk aktif dalam memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba. Ke para pelajar, jangan pernah coba-coba dengan namanya narkoba.

“Berharap dengan adanya penyuluhan ini, peredaran dan penyalahgunan narkoba di Rohul bisa menurun,” harapnya.

Kemudian, Kepala Pelaksana harian BNK Rohul, AKP Masjang Effendi, mengungkapkan, peserta yang mengikuti kegiatan ini sekitar 400 orang yang terdiri dari pelajar, orang tua, Bhayangkara, Persit, dan ibu-ibu dharma wanita pemkab Rohul.

Ditambahkannya, untuk kasus narkoba di Rohul, setiap tahunnya meningkat, seperti di 2017 ada 105 kasus narkoba yang berhasil diungkap, jumlah ini mengalami peningkatan di 2018 dengan 125 kasus.

 

‎”Kita berharap di tahun-tahun berikutnya bisa menurun dengan penyuluhan narkoba ini, kita juga meminta peran aktif dari para orangtua untuk memperhatikan anak-anaknya,” ucapnya.*** (Alfian Tob)