Belum Menyentuh Masyarakat, Dewan Kritik Opini WTP Pemprov Riau

Poto Pekanbaru tribun

Poto Pekanbaru tribun

Pekanbaru, Riau Andalas.com– Anggota DPRD Riau kritik peraihan Opini WTP dari Badan pemeriksaan Keuangan (BPK) beberapa waktu lalu. Pasalnya penerimaan Opini WTP tersebut belum seimbang dengan kondisi dilapangan. Karena keuangan yang diberikan WTP itu belum seimbang dan menyetuh pada masyarakat.

Hal itu disampaikan, Anggota DPRD Riau fraksi PDIP, Almainis. Dimana sebelumnya ia kuga telah menyampaikan hal tersebut pada penyampaikan pandangan fraksi dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Ranperda laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Riau 2015.

“Opini WTP yang diterima itu hanya sekadar opini saja dan tidak menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” kata Almainis.

Dikatakanya, peraihan Opini WTP tersebut tidak akan berarti apabila anggaran belum optimal menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Karena selama ini pemprov Riau menggunakan APBD Riau hanya didominasi belanja kebutuhan fungsional seperti untuk  pegawai. Sedangkan kegiatan untuk masyarakat hampir tak berjalan dan pencapaian penyerapan masuh rendah. “Itupun hampir berjalan dua tahun anggaran ini,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Riau Eddy M Yatim. jika opini WTP adalah merupakan prestasi untuk daerah dalam pengelolaan. Namun prestasi itu bukan sebuah ukuran keberhasilan kinerja Pemprov Riau. Pasalnya, Pemprov Riau tidak mampu menyelesaikan kegiatan dan menghabiskan anggarannya di tahun 2015 lalu.

“Pemprov Riau baru bisa merealisasikan 68,1 persen anggaran. Dan ini harus menjadi perhatian serius oleh pemrov Riau ke depan. Karena beberapa tahun belakangan ini realisasi selalu di bawah 70 persen. Maka itu kita kritik opini WTP yang diberikan untuk Riau,” tuturnya. (Dri)***