Bambang:’siapa dalang ini semua.?

Tidak ada komentar 871 views

Jakarta,( RA) — Sekretaris Fraksi Partai Golongan Karya di DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan langkah yang diambil oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia merupakan skenario yang dibuat partai lain untuk menggagalkan usaha Partai Golkar ikut dalam Pilkada serentak pada akhir 2015.

Namun siapa dalang di balik skenario tersebut pun Bambang sendiri mempertanyakannya.

“Siapa dalang di balik skenario ini, saya menduga skenario ini diciptakan dengan menggunakan Kemenkumham sebagai pelatuknya,” ujar Bambang saat ditemui di kompleks DPR RI, Senin (16/3).

Dia menegaskan keributan internal yang melanda Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Golkar digunakan oleh partai lain untuk mempersiapkan diri menyongsong Pilkada 2015. Keributan tersebut, tambah Bambang, sangat diharapkan oleh partai yang dia singgung agar bisa menang di Pilkada.

Selain itu, Bambang pun menuding ada pihak yang berusaha mendikte dan menekan Presiden Indonesia Joko Widodo dalam menyikapi keributan tersebut. Dia menilai langkah Syafi’i Maarif berbicara di depan publik pun karena Jokowi tak mampu bersikap.

Lebih lanjut Bambang mengatakan kondisi seperti itu membentuk opini masyarakat yang mengatakan “kita hanya punya presiden setengah”. Dia menambahkan jika Golkar dan PPP dalam kekuasaan kelompok tertentu ungkapan “presiden setengah” bisa semakin berkurang menjadi “presiden seperempat”.

“Kita harus kembalikan presiden ke kekuatan penuh,” katanya.

Sebelumnya usulan anggota Fraksi Partai Golkat untuk menggunakan hak angket atas putusan Yasonna pertama kali muncul dalam Konsultasi Nasional yang dilakukan oleh Aburizal Bakrie bersama dengan DPD I dan II Partai Golkar.

Bahkan, usulan tersebut menjadi salah satu poin pokok hasil dari pertemuan tersebut. Usulan tersebut diberikan karena Golkar kubu Aburizal Bakrie tidak bisa menerima putusan Yasonna yang mengakui kepengurusan Agung Laksono.

Rencananya, gerakan menggunakan hak angket itu pun akan mulai dilakukan usai masa reses DPR usai, yakni pada 23 Maret mendatang. (CNN INDO)