Atlit Duri, Bengkalis Juara Open Turnamen 10 Ball Biliar Se Riau


Jangan Lihat Hadiahnya, Tapi Ending Kemampauan Bermain

PEKANBARU, Riauandalas.com- Lagi Community Biliard Pekanbaru (CBP) dan Rumah Biliar suksesan turnamen 10 Ball Handicap 4, 5 dan 6 se Provinsi Riau.

Turnamen yang digelar selama delapan hari mulai 23 Februaru hingga 1 Maret 2020 ini, memperebutkan hadiah sebesar Rp24 juta yang juga dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) salah satu rumah biliar. Yaitu Pocket Pool n Cafe Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru.

Dimana kertandingan yang diselenggarakan dengan sistim 64 Pool tersebut, berhasil dimenangkan oleh saudara Unyil, atlit asal Duri Kabupaten Bengkalis setelah mengalahkan atlit Pekanbaru Ijal Daboz dengan score akhir 9-3 yang jatuh sebagai juara II. Sedangkan untuk, Juara 3 dan 4 berhasil diraih oleh Wahyu alias Kaliang dan Erdo yang sama-sama atlit asal Kota Pekanbaru.

Turnamen yang berjalan seru serasa tingkat nasional ini, juga disaksikan lansung oleh Ketua CBP, Supriyanto didampingi Penasehat CBP, Oyong Ezedien, Humas CBP, Andre Zaky, serta pengurus lainya. Dimana dalam sambutannya, Supriyanto berharap turnamen ini kembali menjadi ajang untuk meningkatkan kemampuan atlit dalam bertanding. Sehingga kedepan bisa terus lebih baik pada jenjang lebih tinggi, baik ditingkat nasional maupun internasional yang menjadi target CBP untuk membimbing atlit Riau pada Cabor Biliar.

Selain itu, ia juga tidak mau atlit cepat berpuas diri atas apa yang telah dicapai dalam turnamen ini. Tapi terus mengasah kemampuan sebagaimana mestinya dan betul-betul mampu menguasai permainan sebaik mungkin. Sehingga disaat turun pada tingkat yang lebih tinggi jadi terbiasa dan terlatih.

Begitu juga dengan rekan-rekan kita yang belum berhasil utuk tidak berputus asa, dan terus bersemangat berlatih dan juga kembali bisa menjadi yang terbaik dari sebelumnya. “Perjalanan masih panjang dan kita akan terus berupaya membuat iven-iven ini agar kemampuan atlit terus teruji sesuai tujuan dan visi misi kita di CBP,” katanya. Senin (2/3) di Pekanbaru.

Visi Misi CBP, Kata Pamen Polda Riau ini, sudah cukup jelas yaitu mengedepankan sportivitas, kebersamaan dan kekeluargaan serta memiliki komitmen. Diantaranya berjuang untuk atlit sehingga atlit dapat berprestasi lebih baik dan dapat diperhitungkan pada level yg lebih tinggi.

Setelah itu, menghilangkan Image negatif olahraga biliar yang selama ini identik dengan dunia malam dan wanita, karena Biliar adalah olahraga bukan juga identik dengan judi dan miras. Selanjutnya, menjauhkan generasi muda dari Narkoba dengan cara memberikan fasilitas latihan gratis yang kita galakan bersama pengusaha rumah biliar yang ada di Riau.

“Artinya dari pada memiliki giat yg tidak jelas dan terpengaruh negatif lingkungan seperti narkoba dan kriminal lebihbbaik berolahraga yang juga bisa berprestasi,” tegasnya.

CBP juga melaksanakan program pembinaan terhadap atlit sesuai regulasi yang saat ini terus di kembangkan. Bahkan dalam waktu dekat ini CBP bersama rumah Biliar juga akan melaksanakan iven besar tingkat nasional yang tujuan juga untuk meningkatkan kemampuan atlit yang sudah jauh meningkat dari sebelumnya.

“Sebelumnya kita juga sudah mengutus beberapa atlit junior di Riau pada turnamen tingkat nasional. Meski belum berhasil tapi mereka sangat bagus dan bisa mengimbangi permainan pada babak yang tidak semua bisa di capai atlit. Artinya secara kemampuan mereka juga sudah masuk dalam perhitungan di tingkat nasional layaknya para atlit senior yang sudah level nasional,” ujarnya.

Untuk itu, dan karena ini demi kemajuan atlit, ia juga berharap apa yang telah diselenggarakan dan yang menjadi tujuan CBP bisa didukung oleh induk organisasi Biliar di Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru (POBSI). Terutama berkolaborasi program pembinaan.

“Bagaimanapun juga induk Cabor Biliar itu tatap berada pada Pobsi. Makanya kita harap bisa berkolaborasi dan saling mendukung demi kemajuan atlit Riau kedepan. Baik POBSI Riau maupun Kota Pekanbaru,” tuturnya.(dre)