Atasi Kendala, Disidikbud Riau Mantapkan Data BOS dan KIP

example banner

disdik

PEKANBARU, Riau Andalas.com– Gesah peningkatan pendidika berkualitas di Riau, Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikud) Riau terus mantapkan pendataan penerimaan program pendidikan. Diantaranya program dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menurut Kepala Disdikbud Riau Dr Kamsol MM, pemantapan pendataan tersebut berhubungan dengan koordinasi dan Perencanaan BOS Kabupaten Kota se Provinsi Riau. Dimana setiap kabupaten diminta untuk meberikan data akurat sesuai program. Sehingga kedepanya perealisasian program berjalan lancar dan tidak ada kendala.

Adapun data yang dimantapkan tersebut kata Kamsol adalah mempersiapkan dokumen pendukung terkait program. Seperti pencairan Dana BOS pertriwulan. Dimana persiapan itu sesuai usulan Revisi ketiga dalam SK Gubernur tentang alokasi Dana BOS. Begitu juga data Adendum Naskah Perjanjian Hibah (NPH) antara Disdikbud Riau dengan Dinas Kabupaten/Kota.

Sedangkan untuk KIP jelasnya, pendataanya akan dimasukan dalam Dapodik karena merupakan data yang sangat penting. Untuk itu seluruh penerima KIP harus dimasukan dalam pendataan Dapodik.

“Di Riau jumlah pengajuan KIP berjumlah sekitar 317.244 anak, sedangkan yang baru menerima 220.937 anak, untuk kita minta data itu bisa dimatangkan, agar dalam pembagian kedepan pemerintahan pusat bisa memenuhi sesuai pengajuan,kata kamsol.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk pembagian KIP tersebut, pihaknya telah melakukan pendataan pada penerima maupun yang belum menerima. Dimana anak-anak yang sudah mendapatkan KIP wajib di masukan ke Dapodik, kalau belum menerima akan didatan ulang. Meskipun belum sekolah yang akan ditarik pada kesekolah. Begitujuga lewat umur akan dimasukan dalam program Paket A,B dan C serta kursus keterampilan yang ada di daerah.

“Intiya untuk pendidikan ini, kedepanya tidak ada lagi masyarakat Riau yang tidak bependidikan. Targetnya 2019 mendatang pemerataan pendidikan ini diharapkan sudah terealisasi secara merata,” tutur kamsol. (Dri)