AMPER minta tutup tempat hiburan malam Di pekanbaru

Tidak ada komentar 924 views
example banner

PEKANBARU(RA) – Unjuk rasa ratusan massa yang tergabung dalam  Aliansi Mahasiswa Pekanbaru (AMPER) melakukan demo di depan Mall Pekanbaru (MP), Jalan Tengku Umar, Sabtu (14/3/2015) sekitar pukul 23.00 WIB, berakhir ricuh. Massa yang menuntut tempat hiburan malam di Pekanbaru ditutup, saling lempar batu dengan petugas keamanan gedung.

 
Massa datang menggunakan sepeda motor berkumpul di depan Toko Ritel Indomaret, 25 meter dari Mall Pekanbaru. Sambil menyampaikan orasi, mereka meminta tempat hiburan malam  yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2002 Kota Pekanbaru ditutup.
 
“Tutup  hiburan malam yang menjual miras, praktik prostitusi dan transaksi narkoba. Tangkap dan hukum gembong narkoba,” teriak massa yang dikoordinir, Erlangga, sambil berjalan menuju pintu gerbang Mall Pekanbaru yang di dalamnya terdapat MP Club Karaoke TV dan Pub.
 
Sambil menyampaikan yel-yel, massa berusaha masuk ke Gedung Mall Pekanbaru. Nanun, petugas keamanan gedung telah menutup pintu. Sejumlah   polisi berpakaian preman terlihat memantau jalannya aksi dan ruas jalan terpaksa diblokir oleh Satuan Polisi Lalu Lintas.
 
Setelah lima  menit berorasi, terjadi adu mulut antara pendemo dan tim pengamanan dari dalam gedung. Tiba-tiba, terdengar suara teriakan dan bunyi hentaman benda keras dari dalam gedung.
 
Sebagian pendemo dikejar tim pengamanan dari dalam gedung dan kabur ke arah Indomaret. Tak lama berselang, massa  kembali masuk ke areal gedung sambil membawa kayu, besi, dan benda keras lainnya.
 
Massa pun mengamuk dan melempari gedung dengan batu. Akibatnya, kaca dinding gedung yang menutupi sarana lift menuju MP Club yang berada di lantai V Mall pecah. Selain itu, sejumlah alat seperti, segitiga parkir dan plang portal parkir patah dan dijadikan alat merusak sarana gedung.
 
Polisi berpakaian preman  mengejar massa. Mereka berusaha kabur hingga polisi terpaksa melepaskan beberapa tembakan peringatan ke udara. Sejumlah massa ditangkap.
 
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Robert Haryanto Watratan MHUm,  mengatakan pihaknya telah mengamankan belasan orang pendemo. Ia menegaskan, demo tanpa izin kepolisian.
 
“Sekitar 50 lebih sepeda motor milik pendemo, kayu, besi dan lainnya  ikut kita amankan sebagai barang bukti,” tutur Robert yang ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu (15/3/2015) dini hari.
 
Dikatakan Robert, sebelumnya perwakilan pendemo sudah melayangkan surat pemberitahuan. Namun, karena jadwal aksinya akan digelar malam hari, pihaknya tak memperbolehkan dengan alasan rawan gangguan keamanan. “Terjadi tindak pidana pengeroyokan perusakan,” tutur  Robert.