Terkait Pilkada, TKI Asal Kubu Rohil Dimalaysia Meminta Saudara Dan Karabat Pilih Pemimpin Berintegritas.

Rokan Hilir, Riau Andalas Com – Untuk Saat ini Kabupaten Rokan Hilir telah melaksanakan pemilihan bupati dan wakil bupati serentak Tahun 2020, yang masih tahapan kampanye dialogis dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) dikarenakan masih dalam masa pandemi covid 19.

Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Rokan Hilir itu tentunya sudah tidak rahasia umum lagi dalam pelaksanaannya hanya saja menunggu hitungan hari untuk pemimpin dipilih masyarakat.

Safwan alias ogen kubu saat ini berada di malaysia dihubungi Riau Andalas Com melalui via telpon tentang Sosok Pemimpin yang diinginkan mereka dipemelihan Bupati Dan Wakil Bupati Rokan Hilir, menyampaikan, ini saatnya mencari pemimpin yang lebih peduli mengutamakan kepentingan masyarakat umum dari pada kepentingan pribadi dan kelompok.

“Maka dari itu disni khususnya saya pribadi mengajak Dan menghimbau masyarakat kabupaten Rokan hilir yang berada di perantauan dluar negara dan dluar kabupaten Rokan Hilir yang tidak dapat pulang kampung mari sama sama kita buka mata dan telinga lebar – lebar untuk melakukan komunikasi melalui via Tlepon secepatnya dengan sanak keluarga dan kerabat yang ada Di Kabupaten Rokan Hilir untuk memilih pemimpin yang benar mempunyai kemampuan power membawa Rokan Hilir lebih baik lagi,”Ajaknya Selasa 01 Desember 2020.

Dia meminta, kerabat dan teman temannya yang berada dluar Rokan Hilir memberi pandangan semua kelurga kerabat jangan sampai menjadi penonton dinegri sendri dan jangan sampai keadaan seperti ini berkepanjangan berlarut – larut.

“kedepannya.jangan sempat money politik yang akan membuat mereka terlena. Kalau seandainya nanti ada terjadi salah satu tim memberi iming iming berupa uang dengan jumlah 200 ribu rupiah untuk kita pilih salah satu calon jangan mau dipilih tetapi duitnya boleh d ambil,”Tegas Ogen Kubu.

Dia berpesan pada keluarga dan kerabat kerabatnya untuk memilih pemimpin dari hati nurani yang mempunyai power kemajuan Rokan Hilir.

“saya jelaskan disini kepda masyarkat Rokan Hilir yang menggunakan media sosial khususnya, kenapa kami dsini yang berada di negri jiran berkoar-koar melalui dmedia sosial/faceebok ikut andil dlam menyampaikan pendapat wlaupon kami tidak dapat ikut memilih dsaat ini karena kami sangat – sangat prihatin sekali melihat kondisi Rokan Hilir sekarang ini,”Imbuhnya.

“kenapa kami merantau kenegeri jiran yang rela meningggal kelurga dan orangtua kami walaupun terkadang rindu dan sedih saat lebaran dan takbiran tiba kami tidak bisa berkumpul dengan keluarga, karena semua ini hanyalah keterpaksaan belaka”

“Betapa susahnya mencari pekerjaan dan penghasilan dikampung halaman kami, demi menaikkan harkat dan martabat keluargalah, kami disini rela berjauhan dari kelurga menjadi kuli harian dimalaysia ini walaupun menahan rindu tak dapat pulang ingin berkumpul kepangkuan keluarga kami,”Jelasnya.

Ogen menceritakan bahwa keberadaannya di Malaysia itu terkadang ia merasa sedih disaat rehat bekerja, disitu juga ia bercerita dan bertukar pikiran dengan kawan kawannya seperkerjaan dimalaysia itu sambil mendengarkan curhatan salah satu kerabatnya dari Rokan Hilir menjadi TKI.

“Membuat kita terharu lagi dimalaysia ini sejak anak teman kita lahir sudah umur 3 tahun Sampai sekarang dia belum dapat berjumpai sama anaknya dkampung, hanya saja melihat dari melalui tlponan saja, kan sedih kita melihatnya,”Ungkapnya dengan hati yang dalam.

Ogen Kubu Menambahkan, Sangking Sulitnya mencari pekerjaan Di Rokan Hilir baru baru ini lebih kurang 20 orang menghubunginya mau masuk ke Malaysia mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.

“Mereka mengadu betapa susahnya saat ini mencari pekerjaan Di Rohil,”Jelasnya.

Kata Ogen, Tahun 2018 lalu puluhan orang masuk kemalaysia mencari pekerjaan, pada saat itu diantara puluhan orang itu lima (5) orang naik ketumahnya yang berada di Malaysia.

“Tak perlu saya sebutkan siapa namanya dan dia sudah bercerita kesaya, pokoknya salah satu mereka adalah terakhir tenaga honorer sudah 6 tahun mehonorer tapi dberhentikan,”Paparnya.

Menurutnya, Berdasarkan pantauan mereka dimalaysia masyarakat Rokan Hilir ada sebanyak 700 lebih orang yang sekarang tidak bisa pulang untuk mengikuti andil dalam pemilihan kepala daerah,”Cutesnya.

Dia meminta dengan tegas siapapun calon yang akan terpilih nantinya memimpin Negri seribu kubah itu, harapan mereka di Malaysia semoga apa yang disampaikan oleh mereka dapat dterima dan dievaluasi dengan sebaik mungkin.

“jangan nanti kedepannya sudah duduk janji tinggal janji,  perhatikan masyarakat kelas bawah. Untuk itu saya sebagai mewakili TKI dari Rokan Hilir tolong berikan kepada kami perhatian khusus oleh Pemerintah Rokan Hilir,”Pungkasnya menutup dengan ucapan Terima Kasih.(Said)***