Elias Yosia Siga: Mantan Petinju, Mahasiswa PJC dari Kalimantan Timur

3773 views

PEKANBARU,Riauandalas.com-Elias Yosia Siga, lahir di Tiwe, 3 Oktober 1982. Nama pria bertubuh altletis ini, mulai populer sejak memasuki dunia jurnalis beberapa waktu silam.

Keberpihakannya pada nasib masyarakat tertindas, memicu jiwanya untuk selalu memburu berita-berita aktual. Tentang perampasan hak-hak warga kelas bawah.

“Jiwa saya selalu berontak menyaksikan perlakuan semena-mena terhadap hak-hak warga yang susah,” kata Elias yang juga Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur ini.

Medio 2021, Elias mencoba bergabung sebagai Jurnalis di media: InfoIndependen.Com. Kemudian bergabung lagi dengan DetikFakta.Id.

“Malah, media ini memberi saya amanah sebagai Kepala Biro untuk Provinsi Kalimantan Timur,” kata Elias.

Seterusnya, Elias diberi mandat sebagai Ketua Assosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

“Amanah organisasi ini harus saya pegang teguh. Kepercayaan ini mahal harganya,” tegas Elias.

Tetapi, yang namanya Elias adalah sosok pria yang ingin terus belajar. “Apapun saya tempuh untuk menjadi Wartawan Profesional,” ungkapnya.

Minat Elias yang terus menggebu-gebu untuk belajar meningkatkan skill jurnalistik, akhirnya: membuahkan hasil.

Penjelajahannya di dunia maya lantas, mempertemukannya dengan seorang Maha-Guru Jurnalistik, Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., melaui akun You-Tube: #MotivasiTerbaik.

“Semula, saya kira Pak El ini, orangnya biasa-biasa saja. Tetapi, setelah saya berkomunikasi dengan beliau, Wawww…ternyata orangnya: Luarr Biasa..!

“Pertama, saya pesan buku karya Pak El. Saya pelajari dan sembari berkonsultasi dengan beliau. Setiap Saat,” Elias, berkisah.

“”Berkomunikasi dengan beliau, ternyata mengasyikkan. Pak El itu, orangnya ramah dan sangat menghargai orang lain,” lanjut Elias.

Elias kemudian beroleh informasi tentang reputasi: Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC) sebuah institusi pendidikan jurnalis yang telah memproduk lebih seribu lulusan di seluruh nusantara.

“Tanpa buang waktu, akhir Januari 2022 saya segera mendaftar untuk kuliah jarak jauh lewat zoom. Saya senang Pak El menerima saya sebagai Mahasiswa PJC,” kata Elias.

“Pak Wahyudi El Panggabean itu, bukan saja sebatas guru bagi saya. Beliau itu panutan dan idola saya,” kata Elias.

Terlepas dari itu. Elias memang sosok seorang petarung. Mantan Atlet Marathon dan Atlet Petinju ini telah mengukir perjuangan getir sepanjang kehidupan yang dijalaninya.

Elias, menamatkan pendidikannya di SD Negeri Suryan, Kecamatan Haruai, KabupatenTabalong, Kalimantan Selatan, tahun 1996.

Tahun 1999 tamat SMP Negeri 1, Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Tahun 2002 tamat SMA Negeri 1 Long Ikis, Paser, Kalimantan Timur.

Semasa di SMA, Elias menjadi Atlet dari Kabupaten Paser untuk Cabang Atletik (lari maraton).

Pada tahun 2004, Elias pindah ke Samarinda, Kalimantan Timur, untuk mengikuti kuliah di UT (Universitas Terbuka).

“Tetapi tidak sampai selesai. Kuliah saya terkendala biaya pada waktu itu,” kata Elias mengenang.

Di Samarinda Elias juga berlatih menjadi atlet Tinju Amatir (Pertina Pemkot Samarinda). Tepatnya di Sasana Alian Boxing Camp-Selili, Samarinda.

Perjuangan Elias kemudian mengarah ke dunia polituk. Tahun 2018, Elias mulai masuk partai.

Tahun berikutnya: 2019 Elias dipercaya sebagai Ketua Ranting PDIP Desa Kayungo Sari sekaligus sebagai saksi calon legislatif dan partai PDIP untuk Kecamatan Long Ikis-Long Kali.

“Bahkan, berhasil memenangkan salah satu calon kala itu. Yakni, Bapak Yairus Pawe dari PDIP menjadi anggota dewan,” kata Elias, bangga.

Di sisi lain, perjuangan getir dijalani Elias dalam menempuh hidup. Elias telah malang-melintang bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Pulau Kalimantan.

Semua basis pekerjaan kelas bawah disisirnya. Mulai dari perusahaan kayu, sawit dan perusahaan karet di Kalimantan Selatan.
Bahkan, Elias pernah kerja bangunan.

“Malah, saya pernah jadi pengamen di tepian Sungai Mahakam-Samarinda. Dan jadi buruh Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin,” ungkapnya mengenang.

Tampaknya, tekad Elias untuk menjadi Wartawan Profesional sudah utuh. Elias ingin jadi Wartawan sejati.

“Untuk itulah, saya tetap berharap pak El selaku Dosen-ku tetap bersedia membimbing dan membina saya,” kata Ellias. Insya Allah.***

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.