Puluhan Kwh Rusak Keluar gudang PLN dan Terpasang

Tidak ada komentar 1324 views
example banner

gambar diambil dr internet kwh yang sudah rusak

gambar diambil dr internet kwh yang sudah rusak


RokanHuluriau andalas.com.-puluhan Kilo Watt Hour (KWH) rusak ditemukan terpasang di sejumlah rumah warga di sekitar Ujung batu kecamatan Ujung batu kabupaten RokanHulu .
Terungkapnya hal ini setelah adanya penertiban pemakaian tenaga listrik (P2tl ) diwilayah kabupaten rokanHulu khususnya di ujung batu. 17 februari 2016
Beberapa warga yang terkena P2TL mencak-mencak akibat listrik yang selama ini meneragi dan mencukupi kebutuhan yang bersangkutan dengan listrik ahirnya padam dan kwh di tarik oleh pihk P2tl dan di serahkan pada PLN Rayon pasirpengaraian.
AY 27 thn selaku korban P2tl “saya mendaftar dengan harga 5 jt setelah saya mendaftar melalui inisial GP, KWH dari PLN rayon pasir pengaraian datang dan disalurkan arus listrik bahkan telah saya nikmati selama kurang lebih setahun namun saya belum dibebankan biaya dengan alasan belum adanya KWH untuk sambungan baru
Menurut pihak yang menjalan kan tugas sebangai P2tl warga tidak resmi sebangai pelanggan (non pelanggan) karna tidak di lengkapi dengan ID pelanggan dan di duga telah terjadi pencurian arus.
Menimbang Kasus kejahatan pencurian listrik semakin merajalela. Pemerintah serius dengan sanksi berat yang akan dijatuhi kepada pelaku jika terbukti melakukan tindak pidana tersebut. Hukumannya dibui maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman mengungkapkan pemerintah menerjunkan penyidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerjasama dengan Bareskrim Polri untuk menindaktegas para pelaku pencurian listrik di Indonesia.berita dikutib dari liputan6.com.
Nah…….. bangaimana dengan kejahatan oknum pln rayon pasir pengaraian jika kwh dikeluarkan dari PLN itu sendiri dan bangai mana jika penyambungan di lakukan oleh oknum pln mari kita sama sama pantau apakah kepolisian Polres rokanhulu dapat mengungkap kejahatan nya?……
Riauandalas.com telusuri aksi oknum PLN dalam melakukan pemasangan KWH rusak
Andrey 27 selaku admin P2tl tahun 2014 PLN Rayon pasir pengaraian mendaftarkan pemasangan baru listrik sebanyak 18 KWH melalui rekanan nya inisial GP 28 sementara GP adalah pengawai PLN Rayon pasir pengaraian dan tangan kanan petugas pelayanan daftar baru inisial E.s 55 thn.
Menurut pengakuan GP yang tersandung kasus saat di temui di LP pasir pengaraian Rabu 23/3/16 membenarkan hal pendaftaran yang telah diserahkan rekanan Andrey sebanyak 18 KWH dan telah menerima uang pendaftaran /Kwh Rp 5 juta rupian .
Gp “uang dan berkas telah saya serahkan pada E S hingga berkas di temukan oleh andrey di rumahnya namun kita masih berupaya untuk mencari solusi agar masyarakat yang telah memberikan uang pendaftaran dapat kembali menikmati penerangan Listrik dan saya akan coba hubungi E S agar permasalahan ini dapat di selesaikan secara kekeluargaan jelas GP yang kini berdomisili di LP akibat tersandung kasus.
Sementara seorang LSM yang tidak mau disebut namanya mengaku telah menerima kuasa untuk klaripikasi polemic yang di alami Andrey telah melakukan pertemuan pertemuan dengan pihak terkait.
Saya telah mengupayakan secara kekeluargaan permasalahan ini dengan cara musyawarah di kantor PLN rayon pasir pengaraian hingga dua kali pertama pada hari senin 14 maret namun pihak terkait tidak dapat hadir hingga sy dan menejer PLN rayon pasir pengaraian adakan exchange opinion.
Dan yang kedua senin 21/3/16 pihak terkait dapat di temukan (can meet face to face) namun pertemuan itu berlangsung a lot (has a different opinion) ndrey mengaku uang dan daftar orang telah di berikan pada GP menurut pengakuan GP sudah menyerahkan semua pada ES .
Sementara ES tidak mengaku menerima hingga ID pelanggan tidak di pasangkan ahirnya ya non pelanggan.
Namun timbul pertanyaan jika GP tidak menyerahkan uang dan berkas mengapa kabel dan meteran terpasang ? pada sejumlah pendaftar? Namu kenapa meteran yang sudah rusak di pasang ? bangaimana cara pelanggan membeyar beban?….alam hal ini dSiapa yang di rugikan?.
Hal ini mungkin akan kita serahkan pada Pihak yang berwajib agar kasus yang demikian dapat terungkap dan tidak ter ulang lagi jelas penerima kuasa yang mengaku LSM.***M.hsb