Peternak Ayam Potong Resahkan Warga Dusun Tua

73 views


KEMUNING,Riauandalas.com – Akibat usaha peternakan ayam potong milik HS,Warga Dusun Tua, Desa Keritang Hulu, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir resah. Pasalnya usaha peternakan tersebut menimbulkan banyak Lalat(Diptera).

Usaha ternak ayam yang terletak di Dusun Tua Rt/01 sudah berjalan lebih 6 tahun dan sudah beberapa kali mendapat protes dari warga sekitar namun tidak pernah di indahkan.

Protes warga kepada pemilik usaha tersebut hanya soal banyaknya Lalat ketika tiba saat panen ayam. Keinginan warga agar pengusaha ternak dapat meminimalisir wabah Lalat yang disebabkan usahanya.

Perlu diketahui, warga pernah mengajukan permasalahan ini ke Pememerintahan Desa setempat namun tidak ada penyelesain yang jelas. Pemilik perternakan berjanji akan berusaha meminimalisir wabah Lalat. Tapi janji tinggal janji Lalat semangkin menggila.

Ketika awak media mempertanyakan usaha perternakan milik HS ini kepada Kepala Desa Keritang Hulu, Nazarudin (Senin,01/03/2021) beliau mengatakan tidak pernah mengeluarkan izin apa pun.

“Saya tidak pernah mengeluarkan izin apa pun kepada HS. Legalitas perternakan itu tidak ada dari Desa. Saya sudah mengingatkan tapi tak digubris” ujar Kades.

Saat HS di hubungi awak media via telepon HS mengatakan belum tentu wabah Lalat itu berasal dari peternakan miliknya. Dan warga yang mendengar ucapan tersebut sangat kesal.

“Bagaimana mungkin Lalat tidak berasal dari kandang ayamnya, setiap panen ayam,Lalat pasti mewabah! Dulu dia ngomong bahwa bukan cuma dia pemilik peternakan, sekarang tiggal dia sendiri dia masih mau bikin alasan apa lagi. Jangan hanya untung saja di fikirkan, fikirkan juga akibat yang ditimbulkan limbah Lalat apalagi di saat-saat pandemi Covid-19 ini” ujar Nbh kesal.

“Pengunjung warung saya ngomel terus karena hidangan yang tersaji selalu Lalat duluan yang menikmati, kadang mereka gagal pesan makanan/minuman karena jijik” ujar pemilik warung makanan.

Harapan warga Dusun Tuah agar pemilik perternakan dapat kiranya meminimalisir wabah yang muncul dari usaha perternakanya. “Kami tidak iri atau sirik dengan usaha saudara, tapi tolong hargai kami dengan tidak membiarkan Lalat menghantui Dusun kami,tolong pak wartawan sampaikan pesan kami ke pemilik Peternakan” ujar beberapa warga penuh harap.

Sumber:Zonariau.com
Editor: Roy

Rls

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.