Pengerjaan Taman Kota 30-40 Persen

Tidak ada komentar 541 views
example banner

img-20160819-00686

*Taman Kota Siap Sambut Tahun baru 2017

PEKANBARU, Riau Andalas.com– Dinas Ciptada Riau terus gesah pembangunan lapangan terbuka hijau atau taman kota yang berada di lokasi bekas perkantoran PU jalan Riau. Penggesahan tersebut sudah mencapai 30-40 persen yang siap dituntaskan akhir tahun 2016 ini sesuai wacana Dinas Ciptada Riau yang akan meresmikan dalam pergantian tahun baru 2017 mendatang.
Cipatada Riau tidak hanya menggesah pembangunan yang ada di Jalan Riau, tapi juga pembangnunan yang berada di lokasi taman rekareasi Putri Kacang Mayang Jalam Sudirman. Dimana dua lokasi itu akan dituntaskan dalam tahun 2016. Sehingga di 2017 mendatang sudah bisa dimamfaatkan masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan seperti olah raga dan berekreasi di hari libur.

Menurut Kepala Dinas Ciptada Riau Dwi Agus Sumarno, Pembangunan lapagan terbuka hijau di pekanbaru tersebut, merupakan program Pemprov Riau dalam memenuhi kuota lapangan terbukan hijau dalam perkotaan. Dimana untuk perkotaan itu harus memiliki lapangan hijau 30 pesrsen dari lauas kota yang tujuan untuk menciptakan udara segar dan sehat pada lingkungan masyarakat.

“Selain menciptakan udara segar dan sehat, pembangunan taman ini juga sesuai dengan program Gubernur Riau dalam menuju kota pariwisata. Dimana taman kota juga merupakan pendukung yang bisa dimamfaatkan wisatawan selama berkunjung,” katanya.

Lebih jauh mantan Kadisdikbud Riau ini, menjelaskan, selaku ibu kota Provinsi Riau, ia telah mempersiapkan berbagai program untuk pengembangan pekanbaru kedepan. Diantaranya, lokasi kuliner yang akan dibangun di Jalan Ratu Langi. Sehingga bagi siapa yang berkunjung ke Pekanbaru cukup mencari berbagai macam kuliner di satu tempat. Terutama yang sudah menjadi ciri khas Riau.

“In Shaa Allah, untuk Kulier di Jalan Sam Ratu Langi ini, juga akan mulai di realisasikan di 2016 ini yang sebelumnya sudah dimasukan pada APBD-P. Sedangkan untuk lokasi bangunan, tetap menggunakan lahan milik Provinsi Riau,” tutur Dwi Agus. (Dri)