Masyarakat Lampura Sangat Mengharapkan Listrik

Tidak ada komentar 648 views
example banner

agung-ilmuKOTABUMI, Riau Andalas.com – Masyarakat di Kecamatan Sungkai Barat, Senin (19/9) mengeluhkan lingkungannya belum dialiri penerangan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero. Hal tersebut terungkap saat sesi tanya-jawab penduduk setempat dengan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara dalam kunjungan kerjanya di halaman Kantor Desa Negerisakti kemarin.

Guna menampung aspirasi rakyat sampai di daerah pelosok.
Sebab, menurut mereka, aktivitas mereka sangat terganggu dengan ketiadaannya daya listrik tersebut. Pasalnya, yang ada selama ini hanya dapat dipakai hanya untuk memberikan penerangan di rumah warga. Sementara itu, jika ingin menonton televisi, menghidupkan kipas angin, membuat es batu, atau lainnya tidak mungkin dilakukan.
“Selama ini yang tenaga listrik yang ada disini, hanya dapat kami pakai untuk menerangi rumah, itupun seadanya. Sementara aktivitas lainnya tidak dapat dilakukan karena keterbatasan sumbernya. Jadi kami mohon kiranya, pemerintah dapat mencarikan solusi agar desa kami dapat dialiri listrik,” ujar Amran, salah seorang warga setempat.
Amran menjelaskan bahwasanya daerah yang ditempatinya adalah desa tua. Namun demikian, dalam perkembangannya masih jauh dari harapan. Oleh karena itu, dirinya sangat menyesali hal tersebut dan kedepan meminta perhatian pemerintah daerah setempat.
“Bagaimana daerah ini akan maju, listrik saja belum masuk kesini. Apalagi yang lain, kami harapkan pemerintah dapat memikirkan nasib kami kedepannya,” kata pria yang telah menyandang gelar haji ini.
Masyarakat lain pun mengamini hal tersebut. Sebab, di kecamatan itu masih ada daerah perdusunan atau lingkungan (setingkat RW, red) belum dialiri dapat menikmati aliran penerangan listrik seperti tempat lainnya.
“Bukan hanya disini saja seperti ini, di tempat lain juga di kecamatan ini yang mengalami hal sama,” ujar warga setempat.
Bupati Lampura, Agung Ilmu Mangkunegara mengamini hal tersebut, langsung memerintahkan Assisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan, Yuzar untuk menindaklanjutinya. Terkait adanya permintaan warga itu, orang nomor satu di Bumi Ragem Tunas Lampung itu pun menjelaskan pada tahun 2017 PLN berencana menambah jaringan di sana. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada aparat desa maupun dikecamatan dapat melakukan pendataan secepatnya, sehingga dapat dijadikan acuan dalam penambahan aliran daya listrik ke rumah warga setempat.
“Masalah ini sifatnya adalah nasional, karena provinsi saja saat ini sedang mengusahakan penambahan daya listrik. Sebab selama ini secara umum kita masih disfisit energi listrik, tapi masalah ini juga akan langsung kami tindak lanjuti dengan mengundang pihak PLN. Diharapkan aparat dibawah dapat membantu dengan melakukan pendataan secepatnya, sampai daerah perdusunan,” kata Bupati Lampura itu.
Saat ditanyai mengenai masalah lainnya di perusahaan listrik negara itu, terkait adanya kekurangan tiang listrik di beberapa wilayah kabupaten tertua di Lampung itu pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu. Sebab, itu wewenangnya adalah PT PLN persero Kotabumi, namun pihaknya tidak akan tinggal diam dengan keadaan tersebut karena hal itu berhubungan dengan kebutuhan dasar masyarakat luas.
“Kami akam carikan solusi terbaik, agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik. Jangan sampai menyelesaikan masalah itu, dengan menambah masalah lainnya,” tegasnya.(sumber:lampost.co)