Main Petasan Dua Jari Tangan Murit SD Luka Robek

Tidak ada komentar 776 views
example banner

PEKANBARU,riauandalas.com–Gara-gara bermain petasan, seorang murid Sekolah Dasar (SD) As Syofa Pekanbaru bernama Alhuda Mubaraq (6) mengalami luka yang cukup parah di bagian jari jempol dan jari telunjuk.
Karena kedua jari tangannya itu hampir hancur, begitu juga banyak mengeluarkan darah segar Peristiwa itu terjadi Ahad (12/7) sekitar pukul 18.40 WIB di Desa Teluk Kenidai, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Menurut orangtua korban Husni Mubaraq kepada Riauandalas.com mengatakan, bahwa kejadian itu berawal ketika anaknya bermain petasan bersama beberapa temannya. Ketika itu, anaknya memegang petasan dan temannya yang menyulutkan korek api. Entah kenapa, setelah petasan itu dihidupkan, namun anaknya tidak melepaskan petasan yang dipegangnya kuat-kuat  sampai petasan tersebut meledak. Tak ayal, tangan anaknya yang memegang petasan itu mengalami luka dan mengeluarkan darah.”Waktu itu, saya usai berbuka puasa. Tiba-tiba mendengar kabar jika anaknya terkena ledakan. Waktu itu, saya bergegas menuju ke lokasi tempat anaknya bermain. Setelah sampai, saya lihat kedua jari tangannya luka robek dan banyak keluar darah. Selanjutnya, ia langsung saya bawa ke RS Syafira untuk mendapatkan perawatan,” kata Husni.
Dijelaskan Husni, sesampai di RS Syafira, lalu ia (anak red) diberikan pengobatan dan jari telunjuk dan jempol dibalut dengan perban.”Sudah mendingan, karena luka kedua jari tangnnya diberikan obat oleh tim medis. Kemudian, kondisinya juga sudah membaik,” ujar Husni.
Dalam kesempatan ini, Husni menghimbau kepada anak-anak jangan bermain petasan. Karena sangat berbahaya, apalagi selama ini sudah banyak korban yang berjatuhan karena bermain petasan.”Untuk itu, saya juga berharap kepada anak-anak supaya jangan bermain petasan. Sudah banyak yang menjadi korban. Kali ini anak saya yang alaminya. Agar tidak ada korban lagi, diingatkan kepada anak-anak tidak bermain petasan,” imbau Husni.
Ditambahkan Husni, selain itu juga diharapkan kepada orangtua supaya mengawasi anak-anak bermain. “Orangtua harus bisa mengawasi anaknya. Supaya tidak melakukan hal-hal yang membahayakan, seperti bermain petasan. Karena bermain petasan ini sangat berbahaya sekali,” pungkas Husni.**(Hh)