KPK Hattrick Tangkap Gubernur Riau, Alfa Syahputra Harap Masyarakat cerdas Menggunakan Hak Suaranya

PEKANBARU,Riauandalas.com– Terkait Hattricknya Gubernur Riau ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Tokoh Muda Luhak Kepenuhan Alfa Syahputra nilai Provinsi Riau sudah mulai Krisis Pemimpin.
Mengingat sudah tiga kali KPK membekuk Gubernur Riau,  Saleh Djasit, Rusli Zainal dan Annas Maamun Tokoh Muda Luhak Kepenuhan Alfa Syahputra Nilai Riau Mulai Krisis Pemimpin dan Masyarakat harus cerdas dalam memilih Gubernur,agar Riau lebih baik lagi.
Dari permasalahan terkait Gubernur Riau ditangkap KPK, Saleh, yang menjabat Gubernur Riau pada 1998-2003, berurusan dengan KPK terkait dengan kasus korupsi mobil pemadam kebakaran yang melibatkan Hari Sabarno. KPK menahan Saleh pada 19 Maret 2008 setelah menjadi anggota DPR.Rusli, menjabat selama dua periode, yaitu 2003-2008 dan 2008-2013. Ia ditangkap KPK terkait dengan kasus korupsi PON XVIII, suap anggota DPRD Riau, dan penerbitan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau. KPK menangkap Annas Maamun 25 September 2014 sore di Cibubur, Jakarta. Gubernur yang didukung Partai Golongan Karya tersebut tertangkap tangan terkait dengan kasus dugaan suap alih fungsi lahan.
Gubernur BEM Fekon UPP Alfa Syahputra, Saat ini di negara kita tercinta sedang terjadi krisis kepemimpinan. Pada saat ini pula banyak pemimpin yang hanya sekedar “memimpin” tetapi tidak mencerminkan perilaku seorang pemimpin. Mereka tidak jujur, mereka membohongi rakyatnya, mereka melupakan janji-janji manis yang telah mereka berikan, mereka perlahan-lahan menggerogoti kekayaan negeri ini untuk keuntungan dan kepuasan mereka sendiri.
Pemuda berusia 21 Tahun tersebut, menambahkan, berbagai macam cara yang akan dilakukan para calon yang akan bertarung dalam proses Demokrasi di Indonesia mulai pemilihan Kepala desa hingga pemilihan Presiden,Mereka rela menghabiskan uang ratusan rupiah bahkan sampai miliyaran Rupiah hanya untuk mendapatkan jabatan yang mereka inginkan, padahal itu semua akan merusak sistem Demokrasi di bangsa ini dan tanpa tidak disengaja Rakyat telah dibodohi dengan many politic.”Kata Alfa”
“boleh kita ambil uangnya tapi jangan joblos orangnya, Mari kita berfikir lebih jauh lagi, berfikir untuk kemajuan jangan mau kita terlena dengan  uang maupun siapa dia? dari Keluarga mana,status sosialnya tetapi pilihlah calon yang akan mengayomi, mendengar, menjadi acuan,integritas baik, berkompetensi, program jelas, orang yang mengemban tugas dan tanggungjawab untuk memimpin dan  bisa mempengaruhi orang yang dipimpinnya.terukur serta bisa membawa kesejahteraan. “Ajak Alfa,”