Kemenag Rohul Cairkan Profesi Guru April-Mei Senilai Rp 2,9 M

AHMAD supardi
 
Rokan Hulu, Riau Andalas.com-Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam Drs H Syahruddin MSy,  mengatakan bahwa pihaknya telah mencairkan pembayaran tunjangan profesi bagi para guru professional, untuk bulan April dan Mei 2016, baik Guru Madrasah PNS Kemenag maupun guru agama Pendidikan Agama Islam (PAIS) Disdikpora, serta guru non PNS.
 
Pembayaran tunjangan profesi guru tersebut sebanyak 470 orang, dengan perincian 346 PNS dan 124 non PNS (honorer), dengan jumlah dana senilai Rp 2.907.573.822 (Dua Milliard Sembilan ratus tujuh juta lima ratus tujuh puluh tiga ribu delapan ratus dua puluh dua rupiah).
 
Tunjangan profesi guru sebelumnya telah dicairkan tiga bulan (Januari-Maret) senilai Rp 3.146.453.865,- Dengan demikian maka hingga saat ini, tunjangan profesi guru PNS dan non PNS di lingkungan Kemenag Rohul, telah dicairkan untuk lima bulan (Januari-Mei) 2016, dengan total nilai Rp 6.054.027.687 (Enam milliard lima puluh empat juta dua puluh tujuh ribu enam ratus delapan puluh tujuh rupiah).
 
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, didampingi Kasi Pendidikan Islam (Pendis) Drs H Syahruddin MSy, kepada sejumlah wartawan berbagai media cetak dan elektronik, di kantornya, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Kota Pasir Pengaraian, Jumat (10/6/2016).
 
Dikatakannya, pembayaran tunjangan profesi guru dua bulan ini dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan yang memadai sekaligus untuk memenuhi kebutuhan hari raya 1437 H yang sudah semakin dekat. Tunjangan profesi ini sedianya dicairkan pada bulan Juli, cuman pada awal Juli banyak libur hari raya, dikhawatirkan ada kendala menjelang lebaran, jelasnya.
 
Menurut Ahmad Supardi lagi, dana tersebut langsung ditransfer kepada rekening masing-masing guru yang bersangkutan, sehingga tidak dimungkinkan adanya potong memotong, kecuali potongan pajak, yaitu 15 persen bagi PNS Golongan IV dan 5 Persen bagi PNS Golongan III dan non PNS.
 
Dana tersebut dipersilahkan kepada masing-masing guru untuk mengecek langsung pada rekeningnya, apakah sudah masuk rekening ataukah belum. Jika sudah masuk dalam rekening, silahkan digunakan sesuai dengan keperluan masing- masing guru.
 
Sedangkan jika belum, maka dipersilahkan datang melapor ke kantor Kemenag Rohul, untuk dilakukan pengecekan apakah ada kesalahan teknis, sebab bisa saja salah input nama, salah input nomor rekening, termasuk rekeningnya sudah mati, karena tidak ada saldo lagi dalam rekening, tandas Ahmad Supardi.*Ash*