Didampingi Danrem 031/WB, Pangdam I/BB Ikuti Rakorsus Karhutla Tahun 2021 di Riau

PEKANBARU, Riauandalas.com – Didampingi Danrem 031/WB, Brigjen TNI M Syech Ismed SE MHan, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin SIp MM ikuti Rakorsus Karhutla Tahun 2021 dengan Menko Polhukam RI di Provinsi Riau.

Rakorsus yang digelar secara virtual bersama Forkopinda serta 15 gubernur di Indonesia tersebut, dipimpin Langsung oleh Menko Polhukam, Mahfud MD.
Dimana untuk pengendalian Karhutla Provinsi Rau memiliki 13 kebijakan strategis yang merupakan lanjutan dari tahun 2020 sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan lansung oleh Gubri, Syamsuar jika 13 kebijakan yang dimaksud diantaranya, melakukan pemerataan kembali daerah rawan bencana, melakukan inventarisasi kembali terhadap izin perusahaan perkebunan dan pengusahaan hutan yang beroperasi di wilayah Provinsi Riau. Pelibatan perusahaan dalam patroli bersama yang dapat dimonitor langsung oleh Satgas Karhutla Provinsi Riau.

Selanjutnya, penyediaan alat pertanian di 12 kabupaten/kota, guna mendukung 99 kecamatan yang rawan karhutla dan penyediaan tanaman yang ramah lingkungan. Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan sebagai zona penyangga (buffer zone) sehingga menciptakan ekowisata terutama di kawasan taman nasional hutan lindung dan hutan konservasi serta mengembangkan tanaman endemik lahan gambut seperti nenas, garunggang dan lainnya.

Lanjutnya lagi, pelibatan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Komitmen bersama pencegahan dan penaggulangan karhutla antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, Forkopimda dan pelaku usaha. Sistem informasi atau aplikasi peringatan dini dalam mengetahui lokasi titik hotspot dilapangan. Pembuatan embung dan sekat kanal pada lokasi-lokasi lahan gambut. Pembentukan tim terpadu penertiban kebun sawit ilegal.

Seterusnya, penegakan hukum dan penetapan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Penanggulangan Karhutla. Mempersiapkan posko relawan untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla. Dan terakhir penetapan status siaga darurat karhutla.

Gubri Syamsuar, juga menyampaikan bahwa Pemprov Riau bersama Satgas Karhutla Provinsi Riau siap untuk menangani sekaligus melakukan sosialisasi penanggulangan bencana Karhutla.

“Kita sudah kulai dari sekarang, serta sudah memberikan petunjuk kepada seluruh bupati/wali kota di Riau,” katanya.

Gubri juga mengatakan, jika Provinsi Riau akan segera menetapkan status Siaga Darurat Karhutla 2021. Dimana penetapan tersebut, guna mengantisipasi terjadinya Karhutla di Riau yang saat ini kembali mulai terdeteksi di beberapa daerah di Riau.

Wacana penetapan status itu jelasnya,. selain menimbang memasuki musim kemarau juga sesuai arahan Menko Polhukam RI dalam meningkatkan antisipasi Karhutla di berbagai daerah.

“Sebelum menetapkan tingkat Riau, kita menunggu dulu penetapan dari daerah, karena begitu aturannya,,” jelasnya.

Daerah yang ditunggu menetapkan status siaga Darurat Karhutla itu jelasnya, saat ini ada empat daerah, yaitu, Kabupaten Siak, Kota Dumai, Rohil dan Bengkalis yang mulai terdeteksi titik hotspot.

“Artinya jika empat daerah tersebut sudah menetapkan maka kita akan lansung tetapkan statusnya tingkat Riau,” tuturnya.(dre)