Berita utama

Diduga Modus Edit Video Porno Dan Peras Korbannya, Pria Ini Digelandangkan Di Mapolsek BaganSinembah Polres Rohil

Rokan Hilir, Riau Andalas Com – Pria berinisial MB alias Bama (18) diamankan Polsek Bagan Sinembah, Polres Rokan Hilir lantaran diduga melakukan modus meng- edit video porno, Selasa 28 Desember 2021. Pukul 21.00 WIB, Kemaren.

 

edit video porno itu seolah olah wajah korbannya. lalu ia pun melakukan pemalakan atau pemerasan dengan meminta sejumlah uang.

 

Perlu diketahui pria diamankan petugas tersebut merupakan warga alamat Jalan Gajah Mada, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

 

Akibat aksi kurang senonoh itu iapun digelandang atau dilaporkan oleh Korbannya seorang oknum TNI aktif bernama Mahmuda (44 thn), yang tidak terima di palak saat dirinya berada dikediamannya di alamat Jalan Jendral Sudirman Kampung Lalang Kepenghulan Bagan Batu Barat, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu 25 Desember 2021. Pukul 17.00 WIB, Lalu.

 

Berdasarkan data dirangkum Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH membenarkan adanya laporan polisi korban kasus tindak pidana pemerasan di wilayah hukum Polres Rohil tepatnya di Polsek Bagan Sinembah.

 

Dijelaskan AKP Juliandi SH,” Awalnya, saudara Pelapor mendapat telepon melalui aplikasi whatsapp dari nomor Hp.082287364621. Pelapor mengangkat atau menerima telepon tersebut, setelah diterima nomor itu tidak bersuara dan selanjutnya nomor itu meminta panggilan video dan langsung diterima pelapor panggilan videonya.

 

“Dilayar HP Panggilan video itu muncullah video penelpon tersebut yang memperlihatkan tubuh seorang perempuan dengan tampak separuh badan yang menggunakan pakaian dalam bra, tak lama berselang panggilan video melalui aplikasi whatsapp tersebut mati,”Terangnya melalui keterangan rilis Minggu 03 Januari 2022.

 

Selanjutnya, Kata AKP Juliandi SH pelapor mendapat pesan melalui aplikasi Whatsapp dari no yang sama dan setelah di buka ternyata pesan tersebut adalah video berdurasi 06 detik yang memperlihatkan wajah pelapor sedang video call dengan seorang perempuan yang hanya memakai bra dan celana dalam saja.

 

Setelah itu wajah pelapor berubah dengan video yang memperlihatkan bagian bawah seorang laki-laki sedang memegang kemaluannya sambil onani dengan lawan video call yang memperlihatkan bagian kemaluan seorang perempuan tadi. Terus dengan nomor hp yang sama juga kembali mengirim pesan dengan ancaman ”kalau mau di hapus transfer kan 300 ribu,  aku hapus kalau enggak akan di viralkan dan sampai malu total kalau enggak mau respon aku tekan posting ini”.

 

“Karena tidak mau viral videonya pelapor mengirim uang sejumlah Rp.300.000 ke bank BRI dengan No rekening .540401009544539 atas nama saudari RIina sesuai permintaan dari terlapor, akan tetapi dari nomor hp yang sama, kembali mengancam dengan bahasa ”kirim 200 lagi kalau enggak saya viralkan” Selanjutnya pelapor kembali mengirim uang sejumlah Rp.200.000,- ke Nomor rekening yang sama, akan tetapi terlapor masih tetap meminta pelapor untuk men transfer uang lagi, hingga pelapor memblokir no terlapor tersebut,”bebernya.

 

pada Selasa 28 Desember 2021, sekira Pukul 00.47 WIB, Kembali muncul nomor baru melalui aplikasi Whatsapp pelapor, kali ini dengan No Hp.0823862510432 dengan tujuan yang sama ingin memeras pelapor dengan menggunakan video itu lagi. Karena pelapor sadar sedang di peras. oleh karena itu pelapor mencari tahu siapa pemilik dari no rek. yang telah dikirimkannya uang,. kemduian diketahui pelapor bahwa pemiliknya adalah saudari Rina yang beralamat di Jalan Bintang Kelurahan Bagan Kota, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil, dan ternyata saudari Rina membuka usaha AgeN BRI LINK.

 

“Kemudian pelaporpun meminta saudari Rina untuk bekerja sama dengan pelapor agar dapat memancing terlapor, yang mana saat itu terlapor dengan Whatsapp No Hp.0823862510432 meminta pelapor untuk mengirimkan uang sejumlah Rp 350.000,-  Dan Pelapor pun mentrasfer uang itu ke no rek milik saudari Rina dan mengirimkan buktinya ke terlapor, setelah itu pelapor menunggu di dekat usaha BRI link saudari Rina, tak lama kemudian terlapor tiba untuk mengambil uang itu dan saat itulah terlapor langsung diamankan oleh pelapor,”Jelas Juliandi.

 

Lanjutnya lagi, bahwa terlapor mengaku kepada pelapor bahwa dirinya melakukan perbuatan itu bersama dengan dua orang temannya yang bernama Sunar dan Indra. selanjutnya pelapor membawa terlapor berikut barang bukti hp terlapor dan uang hasil pemerasan tersebut ke Polsek Bagan Sinembah.

 

“Atas kejadian itu pelapor mengalami kerugian Rp 850.000,”Ungkap Kasubbag Humas Polres Rohil itu.

 

Setelah menerima laporan Polisi, korban, pihak Polsek Bagan Sinembah telah menerima penyerahan satu orang terlapor atau tersangka, kemudian melakukan penyelidikan dengan interogasi, hasilnya bahwa terlapor melakukan perbuatan itu bersama dengan dua orang teman nya yang bernama Sunar, sebagai pemilik nomer whatsapp 082287364621 (orang yang menghubungi pelapor pertama kali.

 

Orang yang mengedit video, dan orang yang pertama kali memeras pelapor), dan Indra (orang yang hpnya digunakan untuk melakukan video call dengan pelalor) dan No Hp.0823862510432 adalah milik terlapor dan nomor itu telah di edit terlapor menjadi 13 nomor agar tidak dapat dihubungi atau dilacak, dan terlapor lah yang terakhir kali melakukan pemerasan kepada pelapor.

 

“Dan terlapor juga menerangkan bahwa video yang memperlihatkan bagian bawah seorang laki-laki yang sedang memegang kemaluan nya sambil onani bukan video pelapor namun video orang lain yang di dapatkan dari aplikasi michat yang telah di edit oleh saudara Sunar yang seolah-olah video itu milik pelapor, dan hal itu yang membuat pelapor khawatir akan viral sehingga bersedia memberikan / mentrasfer sejumlah uang kepada para terlapor. adapun Barang Bukti (BB) diamankan 1 Unit Hp Vivo type warna hijau kehitaman dengan No whatsapp 0823862510432 dan Uang tunai sejumlah Rp 350.000,-hasil tes urine positif mengandung Metaphetamine dan tersangka ini dipersangkakan

Pasal 368 KUHPidana,”Tutup AKP Juliandi SH.(Said)***