Ada Lubang Angker Proyek Turap 50 Meter diLubuk Soting Rohul dinilai warga asal jadi

 Rokanhulu,riauandalas.com
IMG-20150519-01999Warga Desa Lubuk Soting, Kecamatan
Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menilai rekanan atau
kontraktor asal Ujungbatu asal-asalan dalam mengerjakan
proyek turap atau tebing di Sungai Batang Sosa di desa
setempat.
Proyek APBN Tahun Anggaran 2013 senilai Rp350 juta ini
diprediksi bakal ambruk. Pasalnya, tanah yang menimbun turap
mulai runtuh, akibat tergerus arus Sungai Batang Sosa.
Warga Lubuk Soting mengakui mereka sempat protes kepada
pihak kontraktor. Karena, meski proyek belum selesai, namun
kontraktor telah menghentikan pekerjaan.
“Mereka (kontraktor) menimbun tanah menggunakan alat manual
(cangkul dan sekop). Seharusnya penimbunan pakai alat
berat,” kata Kepala Dusun Lubuk Soting Hengki Irawan,
didampingi beberapa warga dan Tokoh Masyarakat Desa Lubuk
Soting, kemarin.
“Kami minta Pemerintah Daerah segera menanganinya sebelum
ada korban jiwa,” harap beberapa warga menambahkan.
Warga juga menduga bahwa proyek APBN bernilai ratusan juta
rupiah tiga tahun lalu itu, belum diserahterimakan oleh
pihak kontraktor kepada pihak desa. Namun, sayangnya, Kades
Lubuk Soting, Maraposo, yang akan dimintai keterangannya,
tidak berada di tempat saat itu.
Hengki mengakui bahwa akibat proyek asal jadi tersebut,
warga sekitar merasa was-was, karena khawatir anak-anak
mereka bermain dekat proyek turap angker tersebut.
“Karena tidak semua orang tua mampu mengawasi penuh
anak-anak kami,” keluh Kadus.
Dari pantauan riauandalasi.com, akibat timbunan kurang
maksimal, di belakang turap sepanjang 50 meter, kini ada ada
lubang menganga seperti gua.
Jika tak segera dibenahi, lubang dengan kedalaman antara 3
meter sampai 4 meter yang digenangi air, sewaktu-waktu bisa
saja memakan korban jiwa.***(M.hsb)