ROKAN HULU,Riauandalas.com - Truk Colt Diesel sarat muatan kelapa sawit bebas hilir mudik di jalur jalan utama Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam menuju arah jalur jalan Ujung Batu Kabupaten tanpa menggunakan jaring pengaman, Masyarakat pengguna jalan sangat menyayangkan keadaan itu, karena sewaktu-waktu muatan kelapa sawit yang ada di atas truk bisa terjatuh akibat tanpa jaring pengaman dan mengancam jiwa pengguna jalan.
Seharusnya, instansi terkait seperti Sat Lantas dan Dinas Perhubungan Kabupaten Rokan Hulu peka terhadap keadaan tersebut "Kondisi ini sangat berbahaya, sewaktu - waktu muatan dapat terjatuh dan mengancam keselamatan pengendara lain," sebut warga di seputar lampu merah Simpang Ngaso, saat melihat satu truk colt diesel sarat muatan sawit tanpa jaring pengaman meluncur mulus di kawasan itu, Selasa (4/8/2026) Siang
Pengguna jalan yang juga berstatus mahasiswa, Putra Rakasiwi (21) mengeluhkan maraknya kendaraan pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas dan dimensi bak truk, Kondisi ini kian mengkhawatirkan lantaran banyak bak kendaraan yang tidak dilengkapi jaring pengaman.
Berdasarkan pantauan Reporter Supriyadi di lapangan, sejumlah truk pengangkut sawit tampak melaju dengan tumpukan buah yang menjulang tinggi melewati batas bak, tanpa adanya penutup atau jaring pelindung, buah sawit rawan jatuh dan menghantam pengendara lain. “Sangat ngeri kalau berkendara di belakang truk sawit sekarang. Muatannya tinggi sekali dan tidak dijaring. Kalau ada buah yang jatuh atau truk oleng, kami yang Pakai sepeda motor ini bisa jadi korban,” ujarnya, Selasa (4/8/2026) Sore
Truk pengangkut kelapa sawit tanpa jaring pengaman sering terlihat datang dari arah Kota Lama , meluncur ke Jalan Ngaso terus ke Jalan Raya Semua jalan yang dilalui merupakan jalur padat lalu lintas, sehingga memang rawan terjadinya kecelakaan Para pengemudi atau pengusaha angkutan sepertinya sudah terbiasa tidak peduli atau tidak menyadari akibat keteledorannya tidak memasang jaring pengaman bagi truknya dapat membahayakan bagi warga pengguna jalan lainnya.
Yang parahnya lagi, hampir rata-rata kondisi pengangkut tandan buah segar (TBS) tersebut tidak layak jalan, Truk tidak punya lampu sein dan lampu rem, bahkan ada yang tak memakai tanda nomor polisi (plat), namun bebas beroperasi di jalan umum yang ramai.
"Masyarakat pengguna jalan mengharapkan keseriusan pihak Sat Lantas dan Dishub (Dinas Perhubungan) Rokan Hulu menertibkan truk bermuatan TBS yang tidak mengunakan jaring pengaman dan tidak peduli keselamatan pengguna jalan lainnya.
"Jangan sampai terjadi insiden dan timbul korban jiwa, baru petugas sibuk," Cetusnya
Truk sawit berlebih muatan (over tonase) tanpa jaring pengaman sangat membahayakan keselamatan, merusak infrastruktur jalan umum, dan memicu risiko kecelakaan fatal. Masalah ini merugikan masyarakat karena aturan keselamatan sering diabaikan demi keuntungan angkut.
Sementara itu Kapolres Rohul Saat dikonfirmasi terkait kendaraan over kapasitas atau Over Dimension and Over Loading (ODOL) Via Canal WhatsAppnya Mengatakan "Akan Kami tindak lanjuti, Nanti kami bentuk tim dengan Dishub untuk penindakan "Hal ini bertujuan menjaga keselamatan lalu lintas dan mencegah kerusakan jalan, Penindakan ini mencakup penilangan hingga teguran keras bagi kendaraan yang melanggar batas tonase. " Tegasnya.
Ditempat yang sama Kasat Lantas Polres Rohul AKP Suheri Sitorus SH Ketika dimintai Keterangan terkait kendaran Ojol yang Overload tanpa jaring Pengaman menegaskan Insya Allah kami akan berkordinasi dengan Pihak terkait dalam hal ini Dishub untuk melakukan tindakan dan Insya Allah akan laksanakan penindakan dan penertiban
Reporter : Alfian Tob
Video From : Supriadi Wartawan Senior


0 Komentar