3 Tersangka Pembakar Hutan Lindung di Giring ke Polres Rohul, Ini Dia Orangnya

ROKAN HULU,Riauandalas.com – Polres Rokan Hulu (Rohul) menangkap Tiga terduga pelaku pembakar Hutan dan Lahan (Karhutla) Area Hutan Lindung Bukit Suligi seluas 170 hektar pada 27 juni 2021 yang terjadi di Desa Puo Raya, dan Desa Kumain Kecamatan Tandun, hal itu di ungkapkan Kapolres Rohul, dalam konfrensi Pers di halaman Mako Polres, Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu – Riau, Senin (2/8/2921) Siang.

Kegiatan itu, dihadiri Kabag Ops Kompol Jhon Firdaus, Amk, Kasat Binmas AKP Hermawan,  KBO Satreskrim IPTU Bj Tanjunk, Paur Humas IPDA Refly Setiawan Harahap SH serta beberapa Anggota lainya.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, mengatakan ‘ini sesuai dengan Laporan Polisi: LP.A/152/2021/
SPKT/Satreskrim/Polres Rokan Hulu/Polda Riau, Tanggal 22 Juli 2021.

“Ketiga Tersangka dalam kasus Tipiter dengan modus operandi, berperan menguasai dan membuka dengan cara imas tumbang lalu menjualnya

Ketiga pelaku itu adalah Sahril alias Karpe, Adeng  Bin Dahlan dan Sahrin,” Para tersangka itu, merupakan Warga Desa Tandun” Ungkapnya

“Kita juga sudah memeriksa 10 orang Saksi, kemudian telah kita ambil keterangan, termasuk Kades Puo Raya sendiri,

Kapolres menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, lokasi kebakaran itu statusnya memang masuk kawasan hutan lindung Bukit Seligi, Polisi juga menyita barang bukti yang diamankan berupa 3 potong kayu bekas terbakar.

Taufiq belum mau berspekulasi apakah pelaku merambah dan membakar hutan untuk ditanami sawit. Sebab, polisi masih harus mendapatkan sejumlah barang bukti lainnya, yang jelas saat ini ketiga Pelaku sudah kita amankan karna sengaja atau lalai dengan menguasai atau mengelola kawasan hutan lindung

Untuk diketahui Sebelumnya diberitakan, kebakaran lahan terjadi di Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi yang terletak di dua Desa antara Desa Kumain, dan Desa Puo Raya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu Riau.

Saat terjadi Karlahut Sejumlah petugas gabungan TNI-Polri dan BPBD berjibaku melakukan pemadaman selain itu BPBD Riau, mengerahkan 1 unit helikopter untuk melakukan water boombing (bom air) di lokasi kejadian Kebakaran lahan di Bukit Suligi yang mencapai 170 Hektar itupun berhasil di padamkan dengan melakukan 50 kali water bombing dalam upaya pemadaman Karhutla

Pantauan media saat terjadi Karhutla Helikopter mengambil air dari sebuah danau yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi kejadian sehingga upaya pemadaman karhutla di Hutan Lindung Bukit Suligi sempat terkendala dengan sulitnya akses menuju lokasi serta tidak adanya sumber air.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD serta masyarakat setempat hanya bisa melakukan pemadaman secara manual namun akhirnya api dapat dipadamkan
***(Alfian Top)

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.