Ucok Berharap Kepada Pemda Rohil Agar Di Beri Rumah Layak Huni

example banner

20160425_173938

Bagan SiapiApi Riau Andalas.com– Masih ada kah di seputaran Bagan Siapi-Api yang seperti di alami seorang melaut apung ini, yang begitu lama mengingin kan perhatian dari Pemerintah Daerah atau DPDR agar bisa menerima bantuan rumah layak huni,di karena kan sangking tidak mampu nya untuk memperbaiki rumah atau mengganti rumah baru,

Ucok (46) dan istri Ida(38) warga Jalan Utama Gang Usaha Satu(1)RT 4,Kelurahan Bagan Barat Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir mempunyai ada tiga anak, dua orang anak nya tidak sekolah sudah kejenjang SMP di karena kan kurang mampu untuk melanjut kan,dan tetapi satu orang anak nya masih sekolah baru duduk di bangku SD.

“kami sekeluarga sudah tiga belas tahun tinggal di rumah ini dan ini tanah sendiri,kalau mau di ganti rumah nya dari mana datang duit nya, kerja kita pun cuma melaut Apung kadang ada kadang tidak ada, kata Ucok di damping Istri nya Ida kepada Riau Andalas Senin 25 April 2016 Sore sekira pukul 5,55 di kediaman rumah nya

Di katakannya sambil diceritakan dengan mengingat masa silam enam tahun lalu ketika diri nya ingin meminta rumah layak huni cara menawar kan kepada yang terkait , terkait mempunyai alasan bahwa diri nya belum layak menerima rumah bantuan tersebut karena masih muda, namun hal itu di terima nya dengan baik,

“mungkin waktu itu belum rezeki kami untuk mendapat kan rumah bantuan dari pemerintah nya,terang nya,

Ucok mengaku kalau di rumah nya sudah ada beberapa menawar kan supaya diri nya dan anak istri nya bisa mendapat kan rumah bantuan tersebut,bahkan rumah nya sudah banyak di fhoto fhoto, namun pengakuan dia sampai detik ini hasil nya belum ada kepastian dari pihak mengkorcek rumah nya,

“saya baru mengajukan permohonan baru lebih kurang satu bulan hari lama nya kepada kawan kita, muda mudahan pada bulan 7 ini bisa trealisasi,

selain itu pantauan Riau Andalas di lokasi rumah yang di tempati ucok dan anak istri nya,dampak beratap kan nipah dan tiang rumah nya dari kayu biasa itu satu persatu sudah mulai semakin parah(patah), bahkan rumah nya juga tidak memiliki listrik dan alat alat berharga di rumah nya.

peristiwa ini tidak obah nya seperti di Jalan SMA 2 Bagan Siapi-Api, cuma perbedaan kerjaan saja,kalau di jalan SMA 2 kerja nya mengambil upah buah kelapa untuk mencukupi anak istri nya,kadang hasil nya ada, kadang tidak ada kehidupan nya hampir sama,kalau di Jalan Utama Gang Usaha ini kerja nya melaut apung,kadang ada hasil nya kadang tidak ada juga,

seharus nya instansi terkait di bidang ini harus teliti keberadaan orang orang kurang mampu sehingga penyaluran program nya tidak meleset agar pas sasaran tampa ada indikasi pilihan antara terdekat dan terjauh sebagaimana program yang sudah di lakukan,oleh Pemerintah Daerah dalam ketentuan nya tampa ada anak tiri dan anak kandung berdasar kan hasil surpay,

terkait nya pekerjaan ucok sebagai melaut apung, Dia mengata kan dengan hasil di miliki sesudah pulang dari melaut selama satu minggu berkecimpung dilaut kadang ada hasil nya kadang tidak ada,namun bagi nya itu sudah sebagai tanggung jawab selaku kepala keluarga, menurut nya jika tidak ada hasil yang di dapat nya dari melaut apung maka keluarga nya berhutang kepada warung sampah yang dekat rumah nya menjelang mendapat kan uang daru melaut baru di lunasi,

“bagaimana mau memperbaiki rumah, tiang nya saja belum bisa terganti,tau lah makan gaji melaut apung ini kadang hasil nya ada kadang tidak ada, kita berharap kepada Pemda Rohil memberi kan rumah layak huni agar keluarga kita merasa nyaman,meskipun saat ini perekonomian kita masih melemah, “pinta nya***(said)