Transparansi SPJ ,SMP Wahidin.Dalam Pegelolaan Management Dana Bos”, Terbilang Baik

example banner

Ketgam. Photo di ambil Selasa,23/8 ,begini lah aktifitas seharian Siswa siswi Perguruan Wahidin,terlihat para orang tua menjemput dan mengantar anaknya ke sekolah yang terkenal disiplin serta selalu mengedepankan musyawarah mufakat.

“Ketika Bendahara mampu bicara dihadapan Tim, Kepala Sekolah dan Wartawan dan menyebutkan hampir sempurna setiap angka pengeluaran tanpa catatan di tangan, Dana Bos dikelola nyaris sempurna sesuai dengan 13 komponen Juknis Bos”

BAGAN SIAPI-API ,Riau Andalas. com – 23 Agustus 2017. Jam menunjukkan angka 8.30. Kami berdua, Hendri dan Asmara Hadi Usman mendatangi Sekolah Swasta SMP Wachidin, Jl Pahlawan, Bagan Siapi-api. Setelah melapor ke Satpam, kedatangan kami disambut Humas Perguruan Wachidin, Hasanto dan meminta izin bertemu Kepala Sekolah SMP Wachidin, Bpk. Drs. Arianto. Tujuannya konfirmasi sekitar Dana Bos di SMP Wachidin Tahun Ajaran 2016

Di ruang kerjanya yang tak begitu luas, dengan senyum Bpk. Arianto menerima kami dan meminta kami duduk dan menunggu. Sesaat kemudian enam orang guru duduk bersama kami. Dan wawancarapun dimulai.

Dengan berkas audit ditangan, persoalan pertama yang kami tanyakan adalah dalam mengelola Dana Bos setiap tahunnya, komponen keberapa dari 13 komponen yang ada agak sulit untuk dirumuskan agar  tidak keluar dari koridor Juknis Dana Bos.

Dra. Iriatinawilis, Bendahara Bos, menjawab persoalan Gaji. Wanita berjilbab ini melanjutkan sebagai Sekolah Swasta kami juga ingin memenuhi UMK, tetapi komponen Dana Bos menetapkan plafon 15 persen. Jadi tidak banyak yang bisa dibuat dengan batasan ini untuk guru. Persoalan kedua adalah pembayaran Listrik. Meskipun sebagai Lembaga Sosial ada keringanan, tetapi dalam kenyataannya perguruan tetap membayar normal.

Jujur, sebut Iriatinawilis, kami pernah ditegur oleh Dinas Pendidikan, menyangkut besaran biaya Listrik ini.

Ketika ditanya dimana letak kesalahannya. Wanita behijab ini menjawab kesalahan persepsi pengelola. Kami menyangka bisa untuk Perguruan, tetapi yang dibolehkan cuma SMP. Jadi untuk tahun berikutnya semua terpisah dan alhamdulillah tidak ada teguran lagi.

Jujur SMP Wachidin hampir sempurna dalam mengelola Dana Bos sesuai Juknis. Sebagai Sekolah Swasta dengan jumlah murid yang cukup mumpuni, komponen-komponen lain dari 13 komponen yang ada, angka.pengeluarannya cukup rasional, tidak mengada-ngada, alias fiktif. [Berdasarkan Data Laporan ke Pusat]

Kesan yang muncul dikepala kami, ketika program dimusyawarahkan dan dirumuskan bersama melalui rapat, pengelolaan Dana Bos akan tertata rapi dan diperuntukkan sesuai dengan Juknis yang ada. Kuncinya terletak niat baik semua pihak. Memang tidak yang sempurna 100 persen, tetapi Wachidin bisa disebut mendekati sempurna. Begitulah sejatinya Lembaga Pendidikan kita dalam mengelola Dana Bos. Sebab Lembaga Pendidikan akan menelurkan generasi masa depan bangsa. Dan itu harus dimulai dari Sekolah [Kepala Sekolah dan Guru].
(Tim Riauandalas.com)