Tiang kapal Tongkang yang telah dibakar tumbang ke arah laut

example banner

20160621_152731

Bagansiapiapi, Riau Andalas.com -Ribuan  Wisatawan lokal dan mancanegara menyaksikan Iven Wisata Nasional Ritual Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/6).

“Rokan Hilir kembali mencatat sejarah, karena apa yang digelar hari ini merupakan Iven Wisata Nasional peringkat 10 di Indonesia yang disaksikan 40 ribu wisatawan,” kata Bupati Rokan Hilir Suyatno.

Menurutnya, Iven Wisata Nasional Bakar Tongkang yang digelar setiap tahunnya ini merupakan salah satu aset budaya yang ada di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Rokan Hilir.

“Iven seperti ini bukan lagi skala nasional, bahkan dunia. Karena Ritual Bakar Tongkang cuma ada di Rokan Hilir,” kata Bupati.

Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia dan semua yang hadir pada acara yang berlangsung sukses dan lancar.

“Selama pelaksanaan Bakar Tongkang baru kali ini sempat diguyur hujan. Ini merupakan suatu nikmat bagi kita semua dan semoga membawa berkah kemajuan Rokan Hilir,” katanya lagi.

Bupati juga mengharapkan dukungan dari semua pihak mengingat Bakar Tongkang bakal tampil di Taman Mini Indonesia Indah.

“Kita dipercaya mewakili Provinsi Riau untuk tampil di TMII pada April 2017 mendatang,” sebut dia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal memberikan apresiasi kepada Pemda dan masyarakat Tionghoa Rohil yang telah sukses menyelenggarakan acara tahunan tersebut.

20160621_162647

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kegiatan ini merupakan budaya masyarakat Tionghoa secara turun menurun. Bakar Tongkang sudah menjadi Iven Nasional dan masuk pada kalender Nasional,” kata Fahmizal.

Pemprov Riau, kata dia terus mendorong pengembangan di sektor pariwisata yang salah satunya adalah Bakar Tongkang.

“Dengan adanya prosesi ini dapat menggerakkan potensi perekonomian masyarakat, wisatawan, dan kemajuan daerah,” tuturnya.

Pantauan dilapangan Selasa (21/6) sore, tiang kapal Tongkang yang telah dibakar tumbang ke arah laut. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa bahwa rezeki mereka tahun ini berada di laut.