Sukses Pembuatan Roti, Pemprov Riau Kembali Gelar Pelatihan Pembuatan Mie Untuk Masyarakat Riau

PEKANBARU, Riauandalas.com- Sukses senyelenggarakan pelatihan pembuatan roti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Riau kembali gelar pelatihan pembuatan mie berstandar Asean untuk masyarakat Riau.

Pelatihan yang bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian melalui Balai Diklat Industri Medan tersebut, akan diselenggarakan selama 14 hari yang akan di mulai Kamis 4 Februari 2021 (Besok. Red) di balai pelatihan Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru dengan peserta berjumlah sebanyak 100 orang peserta.

Kepala Disperindagkop-UKM Riau, Asrizal mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya yang pesertanya terdiri dari kalangan generasi muda dengan usia maksimal 30 tahun.

Selain itu, pelaksanaan pelatihan ini Pemprov Riau juga mendapat dukungan dari PTPN V, yaitu berupa peralatan pembuatan mie dari anggaran CSR. Sedangkan tenaga instruktur nya juga merupakan anak Riau yang sudah memiliki standarisasi sebagai instruktur.

“Pelatihan ini tidak menggunakan APBD Riau, tapi murni dari APBN. Dimana kegiatan ini akan terus di galakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak Riau mampu berwirausaha,” katanya, Rabu (3/2) di ruangan kerjanya.

Untuk pelatihan kopetensi standar Asean ini, ia menargetkan untuk tahun 2021 ini sebanyak 500 orang, yang kedepannya akan menjadi tenaga ahli untuk temaga kerja maupun berwira usaha.

“Dengan adanya pelatihan ini juga salah satu momen menciptakan lapangan kerja. Karena keahlian mereka juga dibutuhkan oleh para perusahaan terkait yang bisa lansung merekrut mereka yang sudah memiliki kemampuan,” jelasnya.

Ia berharap, setelah mendapat pelatihan ini, anak-anak muda ini membuat kelompok usaha beraama (KUB) yang ada kepengurusan. Sehingga kedepan pemerintah bisa terus meberikan pembinaan dan melakukan bimbingan.

“Jika kedepan mereka membuat KUB, kita juga bisa terus membimbing mereka dalam berwirausaha. Untuk itu kita harapkan mereka setelah ini juga bisa membuat kelompok atau KUB,” tuturnya.(dre)