Soal Limbah: BLH Belum Tahu, Roti Hoya Sudah Diuji BLH

 

Kabid BLH Peknbaru

 

Pekanbaru, Riauandalas.com- Pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru, Riau mengaku belum mengetahui soal limbah roti hoya yang berada di Jalan Durian, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, persisnya di depan stasiun pemancar TVRI.

“Tanya sama Kepala Bidang Tata Lingkungan Amdal sajalah. Soal itu mereka yang tahu,. Tetapi soal itu saya tidak tahu, “sebut Kepala Bidang Infromasi Lingkungan Ridar Ginting Kepada WWW.Riauandalas.com , Selasa (15/9) di ruang kerjanya.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Amdal Suedhi Kota Pekanbaru, mengatakan hal yang sama. Pihaknya, katanya baru mengetahui soal limbah tersebut. “Akan kami cek kesana nanti, “ kata Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Amdal.

Menurutnya, tentang bidang menyangkut Analisis Dampak Lngkungan (Amdal)Bermacam. “Saya belum tahu besarannya berapa. Saya belum tahu soal itu. Kami hanya tahu informasi tentang limbah di pabrik tahu di Rumbai, “ kata Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Amdal.

Ketika ditanya soal aturan hokum Amdal? “ Amdal ada aturannya. Home industri itu ada 7. Yang besar – besar itu Amdal.

Ketika ditanya apakah saluran pipa tidak limbah? “Nanti, kita belum tahu secara detail, belum ada laporan masyarakat masuk ke kami. Itu sepanjang kami ketahui dari masyarakat, “ jelas Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Amdal, dengan singkat.

Akan tetapi pihak Manager Humas Roti Hoya, pihak Badan Lingkungan Hidup sering meninjau limbah roti hoya. “Itu tetap diuji dari Badan Lingkungan Hidup. Tidak ada masalah. “ Kata Lauren Kepada WWW.Riauandalas.com., diruang kerjanya Jumat (11/9) silam.

Sebenarnya, persoalan ini terlontar atar keterangan wara sekitar bernama Zul, seorang pedagang yang berdekatan dengan pabrik roti hoya. Sebagai pedagang, ia lantas protes atas aroma yang muncul dari sebuah parit, persisnya bersebelahan dengan berdirinya gedung bangunan roti hoya .

Bayangkan, kata Zul, ketika musim penghujan cairan berwarna putih akan muncul ke permukaan jalan. ‘’ Bau-nya ‘naik’ dari hoya, ‘’ ungkap Zul Kepada WWW.Riauandalas.com. Jumat (11/9) silam. “Baunya menyengat,’’ beber Zul.

Tampak, pantauan WWW.Riauandalas.com diseputaran gedung roti hoya saluran pipa  mengalir ke parit yang berada di sebelah Gang, menuju Jalan Garuda. Seisi di dalam parit tampak berwarna putih, dan berminyak. Akan tetapi, warga protes atas pembuangan saluran tersebut tentang limbah roti hoya mengaliri parit di Jalan Durian. (Hartono Panggabean)***