Seni Dan Budaya Kabupaten Labuhanbatu Pukau Penikmatnya 

example banner

Salah satu penari Melayu LabuhanBatu

LABUHANBATU, Riauandalas.com-Kabupaten Labuhanbatu dalam mengisi dan memeriahkan kegiatan selain mempromosikan berbagai keunggulan daerah dan kerajinan rakyat, daerah yang bermotto “Ikabina En Pabolo” ini juga mengutus  putra putri terbaiknya untuk mengikuti pemilihan Bintang Budaya Sumatera Utara dan yang tak kalah pentingnya ternyata Kabupaten yang ini telah mampu memukau ratusan pengunjung PRSU dalam acara Malam Pentas Seni & Budaya Kabupaten Labuhanbatu yang digelar di Open Stage Arena PRSU Tapian Daya 

Sebuah pendidikan yang begitu maju akan merubah peradaban, oleh karena itu budaya yang ada di Kabupaten Labuhanbatu harus tetap kita pelihara, seperti kita ketahui bahwa di Labuhanbatu ada 12 etnis, dimana semuanya adalah untuk meningkatkan peradaban manusia, tidak ada kata lain bagi kita yaitu pendidikan dan budaya harus senantiasa berdampingan untuk merubah peradaban manusia itu kearah yang lebih baik.y

Kepada para pengunjung yang hadir menikmati budaya labuhanbatu lemkab labuhanbau mengucapkan terima kasih atas kunjungannya dan khusus kepada para Mahasiswa putra putri asal Labuhanbatu, pemkab labuhanbatu pesankan agar tetap belajar dengan baik dan tetap mempertahankan prestasinya, karena pada Tahun  ini Pemkab Labuhanbatu akan kembali menyalurkan bantuan Beasiswa Berprestasi dan Beasiswa ini tidak memandang orang tuanya mampu atau tidak mampu, yang penting anak-anak  itu berprestasi, jika mereka berprestasi pasti akan dapat Beasiswa,

Pada kegiatan PRSU Tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu selain mempromosikan berbagai produk unggulan daerah dan kerajinan rakyat yang menjadi binaan SKPD serta binaan Dekranasda di  Kabupaten Labuhanbatu. Pada malam hari ini Dispora bekerjasama dengan Dinas Perindagkop Labuhanbatu menggelar pentas seni dan budaya Kabupaten Labuhanbatu untuk menunjukkan kepada masyarakat Sumatera Utara bahwa Kabupaten Labuhanbatu juga memiliki seni dan budaya yang tak kalah dari daerah lain serta mampu tampil di event tingkat Provinsi dan Nasional.

Di malam pentas seni dan budaya ini sanggar tari Pemkab Labuhanbatu “Kartini” akan lebih menonjolkan Tari Silat Panai dan Sendratari Butet serta Tari Mak Inang Pulau Kampai. Selain itu Pentas Seni dan Budaya Kabupaten Labuhanbatu ini juga diisi dengan penampilan tarik suara Trio Bunda.

Dari informasi yang diperoleh, bahwa Tari Silat Panai yang diperankan oleh putra putri Labuhanbatu ini adalah sebuah tari kreasi baru yang digarap sedemikian rupa dengan berpijak pada akar budaya melayu pesisir. Tarian ini menggambarkan muda mudi yang berlatih silat pada masa kerajaan panai, pada masa itu muda mudi diharuskan belajar silat sebagai perisai untuk membela diri ketika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Sedangkan Sendratari Butet adalah terinspirasi dari lagu yang berjudul Butet, sebutan Butet merupakan panggilan untuk anak perempuan batak. Lagu tersebut berisikan seorang ibu yang memberitahukan kepada putrinya bahwa ayahnya sedang pergi ke medan perang untuk melawan penjajah yang waktu itu adalah tentara belanda, maka dari itu ibunya berpesan ke putrinya agar yakin bahwa ayahnya pasti mengalahkan penjajah, dan ibu juga berpesan kepada si putrid agar cepat beranjak dewasa dan jadilah generasi penerus bangsa yang tangguh dan cerdas. Sendratari ini dikolaborasikan dengan lima sub batak, yaitu Toba, Simalunguin, Karo, Daiti dan Mandailing yang digarap sedemikian rupa dengan tidak menghilangkan latar belakang budaya. (Penulis : Fendi Harahap)