Seminar Akbar dan Anugerah Rumah Tangga Mandiri Pangan Energi

PEKANBARU,riauandalas.com – Seminar Akbar dan Anugerah Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) bertempat di hotel pangeran jalan sudirman pekanbaru, Rabu,10 Juni 2015.

Acara turut mengundang seluruh bupati/wali kota di Riau, kemudian Kepala Dinas Pertanian Riau dan seluruh kabupaten/kota di Riau.

peserta seminar Akbar ada dari kelompok-kelompok tani terbaik juga dari 12 kabaupaten/kota di Riau. Mereka diseleksi oleh pihak sponsor Bank Riau-Kepri dan Pemerintah Provinsi Riau. Namun ada juga sejumlah kelompok tani swadaya yang turut hadir diacara ini yang berjumlah 120 orang peserta.

Pada acara seminar yang dimulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, peserta dari kalangan petani akan dihadapkan dengan narasumber terbaik bidang pertanian nasional, Dr Soemitro Arintadisastra, Dr. Dwi, Darwin M.Sc Direktur pemberdayaan Ekonomi. Dan juga Bupati Kampar Jefry Noer.

Dr Soemitro Arintadisastra merupakan mantan Kepala Biro Perencanaan BP Bimas selama lima tahun (1989-1994), mantan Direktur Bina Program Tanaman Pangan dan Holtikultura selama lima tahun (1994-1997), Staf Ahli Menteri Pertanian (1997-2009) merangkap sebagai Komisaris PT Pertani (1995-2002).

Seminar akbar ini menghadirkan narasumber utama yakni Bupati Kampar Jefry Noer sebagai inovator atas Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

RTMPE merupakan program yang dijalankan Pemda Kampar mulai tahun ini. Lewat program ini, para petani diajarkan mengolah lahan seluas seribu meter persegi untuk menutupi kebutuhan rumah tangga dan menambah penghasilan yang luar biasa.

Di atas lahan seribu meter persegi itu, masyarakat bisa menanam berbagai jenis sayuran seperti bawang dan cabai, kemudian jamur, beternak ayam dan sapi serta mengelolah kolam ikan.

Dari enam ekor sapi yang dipelihara di atas lahan itu, Bupati Jefry Noer selaku inovator mengingatkan pentingnya kotoran sapi yang ternyata bisa diolah menjadi biogas dan biourine.

Jefry Noer mengatakan, lewat program ini, masyarakat dapat berpenghasilan paling sedikit Rp10 juta dan bahkan bisa mencapai Rp25 juta setiap bulannya.

RTMPE sejauh ini juga telah berjalan baik di Kampar, bahkan telah dijalankan sejumlah petani di seluruh kecamatan di daerah itu. Jefry juga mewajibkan seluruh pejabat mulai dari eselon II hingga III, Camat maupun Kepala Desa untuk membuat program percontohan di masing-masing wilayahnya.

Program ini sangat baik untuk dikembangkan, maka penting dilakukan seminar yang dihadiri para petani terbaik dan tokoh-tokoh masyarakat serta pejabat pemerintahan. Nantinya, para petani terbaik ini akan dilatih di Kampar untuk kemudian mengembangkan program tersebut di sejumlah daerah asal mereka.

Bupati kampar Jefry Noer juga menginstruksikan kepada bawahannya agar selalu mendukung program pemerintah, dan pemerintah kampar lagi gencarnya menjalankan program kesejahteraan rakyat, melalui RTMPE, dan menginstruksikan jepada para pejabat dilingkungan pemerintah kabupaten kampar untuk dapat menerapkan program tersebut di tempat tinggal masing-masing.

Jefry menambahkan bahwa harus mendukung program tersebut agar dapat mengangkat ekonomi rakyat dan dapat dijadikan modal untuk enterpeneur bagi mereka kedepannya.

Dan hal yang mendasari terbentuknya program RTMPE oleh kabupaten kampar, dimana hampir seluruh kebutuhan masyarakat riau umumnya masih bergantung kedaerah tetangga.

Selain itu pemkab kampar ingin melihat masyarakat yang masih beradandibawah garis kemiskinan meminta-meminta karena tidak memiliki ilmu dan penghasilan. Naka pemkab kampar memfokuskan pelatihan bagi mereka, dan mudah-mudahan kedepannya mereka akan bisa mandiri dan mempunyai penghasilan serta ilmu yang dapat diterapkan oleh mereka.

dan pemerintah kampar berbuat untuk memajukan para petani dan masyarakat miskin yakni Membuat pelatihan bagi petani dalam satu angkatan berjumlah 120 orang dengan koeta pertahun 2400 orang yang diberikan pelatihan, dan memberikan pinjaman untuk dapat menjadi modal usaha.

Jefry Noer berharap bahwa para petani harus mempunyai keyakinan bahwa berhasil dan berharap dari pemerintah daerahsampai kepada pemerintah pusat dapat membantu para petani untuk mengembangkan pertaniannya.**(Virda)