Sektor Pariwisata Merupakan Stimulan Penggerak Ekonomi

Tidak ada komentar 1038 views
example banner
Plt Gubri diwakili Kadis Pariwisata Prov Riau hadir sekaligus membuka Rapat Koordinasi Teknis Perencaan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif se Prov Riau di H Premiere

Gubri diwakili Kadis Pariwisata Prov Riau hadir sekaligus membuka Rapat Koordinasi Teknis Perencaan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif se Prov Riau di Hotel Premiere

PEKANBARU-Riauandalas.com -Sektor pariwisata terus digali dan digerakkan untuk menjadi stimulan penggerak ekonomi. Langkah ini memiliki output positif untuk mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Riau Fahmizal. Menurutnya, potensi pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini menjadi sektor unggulan di Riau. Karena Riau tidak lagi bisa bergantung pada Migas dan CPO yang selama ini dihandalkan. Bahkan tahun sebelumnya Riau telah kehilangan Rp 4 triliun DBH karena adanya penurunan harga minyak dunia, dan ini diperkirakan akan terus berkurang. Sehingga kondisi itu berimbas pada perlambatan ekonomi secara global.

“Untuk itu perlu ada solusi, seperti dengan menggali sektor pariwisata yang ada di Riau dengan tetap mengedepankan kebudayaan Riau,” katanya Fahmizal.

 

kuansing

Untuk memaksimalkan pembangunan pariwisata yang berbudaykan melayu itu, juga diperlukan sinergitas seluruh stakeholder terkait di daerah. Seperti halnya Instansi yang menangani infrastruktur, pengusaha jasa rekreasi, hiburan dan olahraga serta Asosiasi penyedia jasa pariwisata.

Intinya yang sangat terpenting itu penyediaan dan pembangunan lokasi wisata yang menjadi tumpuan dan tujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Sedangkan penyediaan tersebut dengan mengembangkan lokasi yang sudah ada di Riau. Seperti tempat-tempat kekayaan alam yung dimiliki Riau yang mempu untuk menggait wisatawan untuk berkunjung ke Riau.

“Lokasi itu merupakan lokasi yang bisa difungsikan untuk wisata rekreasi, hiburan dan lainnya yang bisa memberikan pelayanan maksimal terhadap pengunjung. Diantaranya dalam kekayaan budaya di Riau,” kata Mantan Kepala Biro Humas Setdaprov Riau ini.

Terkait pengembangan pariwisata tersebut katanya, mendapatkan perhatian positif dari investor, baik investoir lokal maupun tingkat nasional yang telah mulai menawarkan pengembangan objek wisata di kawasan di Riau. Bahkan perhatian investor itu juga menjadi awl kebaikan bagi Riau dalam menuju daerah wisata.

“Saat ini bagaimana Riau meningkatkan keterampilan dan motivasi skill pariwisata. Termasuk dalam meningkatkan kreatifitas masyarakat untuk mampu berdaya saing dalam rangka menjalani persaingan MEA yang dapat mendukung perekonomian kedepan,” ujarnya.

Lebih jauh Fahmizal juga menjelaskan, dalam program pembangunan pariwisata berbudayan melayu tersebut, ia juga telah menghadirkan beberapa pihak yang telah sukses dalam pengembangan pariwisata nasional. Seperti Hariyadi Darmawan dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung Dan Rastiyono selaku Kabid Destinasi Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jateng beberapa waktu lalu ke Riau. Sehingga Riau tidak canggung lagi untuk membangun dan menumbuhkembangkan parwisata kedepan.

Keagungan Pariwisata Riau

Secara geografi Propinsi Riau adalah sebuah wilayah yang dinilai strategis berdekatan dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Tidak heran kota bertuah ini menjadi pintu gerbang utama sebagai pariwisata budaya melayu.

Kejayaan masa lalu kerajaan melayu di Riau yang mendunia akan terus melaju seiring bergulirnya waktu dan membawa masyarakat melayu saat sekarang ini menuju era globalisasi dan moderenisasi.

Berkembangnya kebudayaan melayu searah dengan perkembangan sebuah wilayah yaitu Provinsi Riau. Misalnya saja kesenian adalah salah satu kebudayaan yang berkembang pesat.

Pencak silat sebagai seni dan bela diri serta olah raga orang melayu kini telah berkembang menjadi milik dunia bahkan telah menjadi salah satu event di SEA games dan event Internasional. Maka dapat digambarkan bagaimana budaya melayu memproses keseniannya dari sarana bela diri menjadi sarana rekreasi.

Riau memang kaya akan kesenian dan kebudayaan yang ada saat sekarang ini, semuanya berkembang dan dilestarikan sesuai dengan kebijakan pemerintah. Banyak masyarakat luar yang berdatangan hanya untuk mengenal dan mempelajari sejarah budaya melayu dan keseniannya.

Disamping itu, selain seni dan budaya melayu yang terjaga selama ini, bumi yang dkenal dengan julukan Lancang Kuning ini ternyata juga menyimpan segudang sejarah melayu dan hasil kekayaan alam yang melimpah serta nuansa alam yang elok sehingga menjadi pusat wisata kebudayaan melayu.

Salah satu yang mendorong wisatawan lokal dan internasional adalah rasa keingintahuan mereka terhadap, bahasa masyarakat, kerajinan tangan, makanan dan kebiasaan makan, musik dan kesenian, sejarah suatu tempat, cara kerja dan teknolgi, agama yang dinyatakan dalam cerita atau sesuatu yang dapat disaksikan, bentuk dan karakteristik arsitektur di masing-masing daerah tujuan wisata, tata cara berpakaian penduduk setempat, sistem pendidikan dan masih banyak lainnya.

Selain itu beberapa daerah yang tersebar di wilayah kabupaten juga banyak terdapat lokasi wisata terkenal, antara lain :

Objek Wisata Sungai Kampar lokasinya berada di Desa Teluk Meranti, sebelah timur laut Pekanbaru.

Air Terjun Batu Dinding adalah salah satu destinasi tempat wisata yang ada di kawasan Kampar Kiri, Provinsi Riau, Indonesia.

Air Terjun Guruh Gemurai yang berlokasi di kabupaten Kuantan Singingi, Pekanbaru. Air terjun ini cukup populer di Pekanbaru.

Air Terjun Aek Martua Lokasinya berada di Desa Tangun, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Rokan Hulu , Provinsi Riau. Nama Aek Martua sendiri diambil dari bahasa daerah salah satu suku di Riau.

Danau Buatan Lembah Sari ini merupakan sebuah Danau Buatan yang kini mejadi Tempat Wisata di Pekanbaru yang tak kalah favoritnya. Danau ini terletak di Desa Limbungan yang berjarak 10 km dari pusat kota Pekanbaru.

Istana Siak Sri Indrapura merupakan sebuah istana peninggalan Kesultanan Siak yang merupakan kerajaan terbesar di Riau. Lokasinya Istana Siak Sri Indrapura berada tak jauh dari pusat kota Pekanbaru.

Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim. Taman ini selalu ramai dikunjungi pada akhir pekan.

Masjid Senapelan merupakan peninggalan kesultanan Siak masa lalu. Masjid ini masih terkelola dengan baik.
Masjid ini juga memiliki nama Masjid Raya Pekanbaru, dibangun pada tahun 1762 dan merupakan salah satu masjid tertua di Riau.

Dari beberapa lokasi wisata diatas merupakan sebagian kecil lokasi wisata yang tersebar di Provinsi Riau.

Adat istiadat masyarakat melayu yang menjunjung tinggi keanekaragaman budaya yang ada akan terus berupaya untuk peningkatan Sumber Daya Manusianya, melestarikan seni budaya, mengembangkan potensi wisata alam karena semua itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. (Adv)