Sejumlah Pedagang Di Rohul Kompak Akan Menolak Alfamart

Tidak ada komentar 528 views
example banner

IMG-20160821-00044

ROKAN HULU, Riau Andalas.com – Puluhan Ikatan Pedagang Kaki Lima, Rokan Hulu sepakat akan menolak kehadiran Alfa Mart. Aksi penolakan ini, direncanakan akan dideklarasikan apabila benar Alfamart di buka di rohul , sejumlah pedagang akan menolak dengan membubuhkan  tanda tangan di kain putih sepanjang 40 meter.

Sekretaris IPKL Rohul, Budi Rahman mengatakan, pemerintah diharapkan mengevaluasi kembali terhadap regulasi izin Alfa Mart di Negeri seribu suluk, mengingat kondisi ekonomi yang saat ini sangat  terpuruk.

“Makan saja mereka (pedagang/masyarakat,red) susah,  dikabarakan sudah banyak anak-anak yang mau berhenti sekolah, ekonomi kita udah lemah, jangan paksakan Alfa Mart berdiri,” katanya.

Budi mengatakan, bilamana pemerintah memaksakan kehendak, maka makin susah kehidupan pedagang kecil. “Pedagang kecil memegang fungsi, sebagai fondasi ekonomi kerakyatan, kalau mereka udah tak punya peran karena tak bisa bersaing, tentu kondisi Rohul akan makin terpuruk,” sebut Budi,

Budi meminta Wakil Rakyat dan aparat terkait, jangan hanya duduk manis di belakang meja, harus turun ke lapangan, melihat kondisi perekonomian rakyat. Sebelum membuat dan memberlakukan regulasi, Harus survey ke lapangan, bila dipaksakan, yang merugi juga pemerintah, karena masyarakat akan menaruh rasa tidak hormat kepada pemerintah.‎. Lihatlah Saat ini Jumlah Pedagang  lebih banyak dari jumlah pembeli. ” bebernya.

Menurutnya Kota Pasir pengaraian semakin sepi dari pedagang, bisa-bisa nantinya mati suri. “Sayakan orang pasar, dan , saya tahu percis kondisi Para pedagang . Apapun alasannya, Alfa Mart belum bisa berdiri,”

Sejumlah Pedagang Ketika di temui media ini,   Di pasar senin (05/09/16) Mereka menolak kehadiran Alfa Mart. Beberapa pedagang di diantaranya Mengatakan Pemerintah Harus Pro Rakyat, Tolak Alfa Mart dan lain sebagainya.

Sikap tegas Juga Di sampaikan oleh sutan Mudo Perwakilan Pedagang Dari Ujung Batu Rokan bukan hanya sebagai Ketua Perwakilan yang memiliki tugas membela dan mengayomi ratusan anggota Pedagang  namun Dirinya  siap mempertaruhkan capingnya, demi membela sanak saudara keluarga besar pedagang.

saya akan berjuang, agar Alfa Mart jangan dulu berdiri. Kalau dipaksakan juga terpaksa masyarakat akan terus berteriak lantang, lihat saja nanti, saya tak main-main. Saya punya slogan Pedagang  Mengadu, Insya Allah Saya Siap Membantu,” pungkasnya.

Menanggapi penolakan dari para pedagang, SK Mantan Anggota DPRD semasa Kabupaten Kampar  ketika dikonfirmasi menuturkan belum tahu banyak tentang izin Alfa Mart, namun Menurutnya itu bisa menjadi pertimbangan pemerintah dalam pemberian izin Alfamart, ia menegaskan kalau hal tersebut bisa menjadi persoalan dimasyarakat lebih baik tidak sama sekali.  jika ini bisa menjadi persoalan lebih baik seperti sekarang, dan jangan sampai diberikan izin, malah menyusahkan masyarakat pedagang kita,” tegasnya

Ia menekankan agar pemberian izin bisa dikaji betul hal tersebut tentunya agar tidak menimbulkan konflik ditengah masyarakat. “Dikaji betul, jangan sampai ini menjadi konflik ditengah masyarakat,” tutupnya.

Sementara Haji Lukman Salah satu pemerhati ekonomi, dan juga seorang Pedagang Yang Dari Nol ( Modal Nekat) Yang saat ini sudah sukses menjalankan Usahanya  kepada Media  ini menerangkan. meskipun tidak ada aturan yang melarang persaingan retail modern dan tradisional, keberadaan retail modern di Rohul seperti Alfamart dan Indomaret dapat mengancam keberadaan usaha toko kelontong yang selama ini menjadi sumber pendapatan, dan tidak sedikit masyarakat Rohul yang bergantung di sektor ini, terutama di Kota Pasir Pengaraian dan Ujung Batu Rokan

Diantara dampak yang dapat ditimbulkan adalah penurunan omset toko kelontong yg pada akhirnya berujung pada gulung tikar. sistem buka 24 jam yang diterapkan retail modern ini juga dapat memicu dan meningkatkan kriminalitas apalagi tingkat keamanan Karna sulitnya ekonomi sangat memprihatinkan. “Ada beberapa dampak yang bisa ditimbulkan,” ujar Haji Lukman **(Alfian)