Rini Minta Swasta Terlibat Proyek Infrastruktur

Tidak ada komentar 272 views
JAKARTA, Riau Andalas. com-  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka peluang kemitraan kepada para swasta dalam merealisasikan pembangunan nasional. Saat ini BUMN menjadi salah satu agen pembangunan nasional mulai infrastruktur darat, laut, maupun udara.

Hal tersebut diungkapkan Menteri BUMN Rini Soemarno saat membuka acara Mandiri Investment Forum (MIF) di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Menurut Rini, tugas 118 BUMN saat ini adalah bagaimana meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia. “Kita melihat ada di udara, laut, dan darat yang menghubungkan Sabang-Merauke atau Miangas ke Pulau Rote,” kata Rini.

Dalam mencapai konektivitas, Rini mengungkapkan, saat ini BUMN terlibat dalam percepatan pembangunan prioritas jalan tol, baik tol Trans Jawa, maupun tol Trans Sumatera. Tidak hanya itu, infrastruktur digital dengan membangun 106 km jaringan fiber optik.

Lalu, BUMN juga akan membangun 25 pelabuhan di seluruh Indonesia, hingga proyek ketenagalistrikan 35.000 megawatt (mw).

“BUMN ada untuk membuka kemitraan, untuk proyek kami,” ungkapnya.

Proyek prioritas yang tengah dikerjakan BUMN guna memperbaiki pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang tumbuhnya merata. Olek karena itu, keterlibatan swasta pada proyek-proyek infrastruktur di Indonesia sangat membantu mempercepat Dan meningkatkan perekonomian Indonesia.

“Saya mendorong sektor lainnya untuk kembangkan Indonesia, pemerintah juga menyadari untuk lingkungan yang baik, perkembangan ekonomi harus bekerja bersama memperbaiki mata pencahirian penduduk,” jelasnya.

PT Bank Mandiri Tbk (Persero) bersama Mandiri Sekuritas menggelar Mandiri Investment Forum (MI) 2017 yang tujuannya untuk mendorong investasi swasta agar ekonomi nasional terus tumbuh.

Mandiri Investment Forum dihadiri oleh beberapa pejabat, seperti Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan sekitar 600 investor dalam dan luar negeri.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, forum ini menjembatani kebutuhan informasi investor dan regulator dalam menentukan kebijakan yang terbaik untuk meningkatkan arus investasi di tanah air.

“Kami berharap event ini dapat menghasilkanimpact yang signifikan pada penyempurnaan iklim investasi di tanah air,” kata Tiko.(ang/detik. Com /ra)