Rapor Siswa di Tahan pihak sekolah

Tidak ada komentar 742 views
example banner

ilustarasi sekolahSiak,Riauandalas.com – Kebijakan pihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Dayun, yang menahan rapor salah seorang siswa saat penyerahan rapor beberapa hari yang lalu, dianggap kurang tepat oleh salah seorang wali murid. Mengingat apa yang telah diperbuat oleh pihak sekolah tersebut dianggap hal yang merugikan siswa.

Padahal, kebijakan yang diberlakukan oleh pihak sekolah tersebut, merupakan kesepakatan seluruh para guru dan para orang tua siswa, bahwa bagi siswa yang belum melunasi iuran untuk pembangunan sejumlah fasilitas sekolah, maka penyerahan rapornya ditunda. Sebagaimana dijelaskan oleh Kasek SDN 03 Dayun M Kamal, Senin (11/1/2016).

“Terkait penundaan penyerahan rapor salah seorang siswa di sekolah kami itu, bukan kami memaksa agar siswa melunasi iuran terlebih dahulu, tapi itu merupakan kesepakatan yang sudah disetujui oleh seluruh guru dan orang tua siswa pada rapat yang kami gelar beberapa waktu lalu, sebagai sarana untuk menanamkan kesadaran dan kedisiplinan bersama di sekolah ini,” jelas Kamal.

Diketahui, di SDN 03 Dayun itu ada beberapa siswa yang belum dan enggan melunasi iuran sebesar Rp100.000, yang mana iuran tersebut dipungut oleh pihak sekolah untuk biaya pembangunan sejumlah fasilitas penting yakni lapangan badminton, lapangan Volly mini dan lapangan takraw. Dan iuran tersebut pembayarannya juga dengan cara dicicil, bukan dengan paksaan harus lunas sekali bayar.

“Iuran yang kami pungut kepada para siswa itu, pembayarannya dengan cara dicicil Rp25.000/bulan, dan kami beserta para guru juga turut iuran, karena uang tersebut memang sangat kita butuhkan untuk keperluan pembangunan sejumlah fasilitas di sekolah kami ini, dan itu sudah berjalan sejak satu tahun yang lalu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kasek menyebutkan, bilamana orang tua siswa tersebut memang tidak mampu untuk membayar iuran, maka pihak sekolah tetap akan menyerahkan rapor tersebut kepada yang bersangkutan, dan tidak menahannya. Namun pihak sekolah hanya minta pihak orang tua menjelaskan alasannya terkait penolakannya membayar iuran bersama itu. Dan mengingatkan bagi para wali murid yang belum melunasi iuran itu saat pengambilan rapor kemarin.

“Dari sekian banyak wali murid, mereka semua setuju dengan kebijakan yang telah kita sepakati itu, dan hanya ada satu wali murid saja yang merasa dirinya keberatan, sehingga kemarin ia protes kepada salah satu guru kelas di sini,” tandasnya. (Miswanto)