Rapat PKK Dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa

Tidak ada komentar 362 views

INHIL ,Riau Andalas.com-Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Inhil bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Kabupaten Inhil mengadakan pertemuan di ruang rapat Kediaman Dinas Bupati Inhil, Rabu (5/4/2017) setelah ‘asar.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Inhil, Hj. Zulaikhah Wardan tersebut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Inhil, kepala DPMD Inhil, wakil ketua TP-PKK Inhil, dan pengurus TP-PKK Inhil.Tujuan dari rapat kali ini adalah penyusunan program prioritas PKK yang disejalankan dengan program DMIJ.

Pengarahan yang disampaikan oleh Ketua TP-PKK Inhil meliputi kegiatan-kegiatan yang terkait pendanaannya melalui Dinas PMD, seperti: Puncak peringatan HKG, Jambore, BBGRM, IVA test. Selain itu Zulaikhah juga menyarankan adanya kegiatan-kegiatan yang diselaraskan dengan kegiatan-kegiatan di desa, antara lain: kegiatan PAUD, posyandu, dan dasa wisma. “Kegiatan-kegiatan PKK di desa itu ada kegiatan PAUD, posyandu, dan dasa wisma. Ujung tombak program PKK itu adalah dasa wisma, karena seluruhnya terdata di sana. Kemudian IVA test merupakan program nasional yang harus kita laksanakan hingga tingkat desa”, terangnya.

Wanita yang juga merupakan Bunda PAUD Inhil tersebut juga mengharapkan agar masing-masing pokja TP-PKK Inhil dapat menyampaikan kegiatan prioritas yang berkaitan dengan dana DMIJ. “Program-program prioritas yang ada dari masing-masing pokja ini hendaknya disampaikan ke desa supaya dana yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan tepat sasaran”, ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas PMD Inhil, H. Yulizal, S.Sos, MM mengatakan bahwa Dinas yang dipimpinnya itu sudah menyurati kecamatan-kecamatan untuk membentuk dasa wisma di desa dan mendata jumlah dasa wisma yang di kecamatannya. Ia berharap agar dapat diadakan pertemuan rutin per 3 bulan sekali antara TP-PKK Inhil dengan Dinas PMD terkait kegiatan PKK karena kegiatan PKK termasuk kegiatan yang dirasionalkan sebesar 10%. “Kepada desa juga sebaiknya dihimbau untuk menyusun APBD desa supaya tidak terjadi silva/ anggaratn yang tidak digunakan”, tuturnya.

Seperti yang diketahui bahwa ada 10 program pokok PKK yang masing-masing dibagi kedalam 4 pokja. Program pokja I terdiri dari Pengamalan dan Penghayatan Pancasila, serta Gotong Royong di mana program prioritasnya terbagi menjadi, pembinaan pola asuh anak dan remaja dalam keluarga penuh cinta dan kasih sayang, pembinaan penghapusan PKDRT, Jum’at bersih dan senam bersama. Sementara itu program pokja II terdiri dari Pendidikan dan Keterampilan, serta Pengembangan Kehidupan Berkoperasi di mana program prioritasnya adalah pembinaan Bina Keluarga Balita (BKB), penguatan dan penguatan UP2K PKK, dan mengembangkan kreatifitas usaha mikro kecil dalam upaya produktivitas dan ekonomi keluarga. Sedangkan program pokja III terdiri dari Pangan, Sandang, serta Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga di mana program prioritasnya meliputi pembinaan pemanfaatan lahan pekarangan, dan mendorong masyarakat untuk mengosumsi makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) serta mengosumsi sumber protein (gemar ikan) berbasis sumber daya lokal. Program pokja IV terdiri dari Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup, serta Perencanaan Sehat di mana program prioritasnya yaitu pelaksanaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) test, pembinaan posyandu, serta upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Roygts

Sumber(HUMAS)