Puluhan Warga Datangi Kantor Bupati Rohul, Protes Tak Dapat Bantuan Dampak Covid -19

example banner

ROKAN HULU, Riauandalas.com –  Sejumlah warga mendatangi Kantor Kelurahan Pasir Pengaraian, dan Kantor Bupati Kabupaten Rokan Hulu lantaran tidak mendapatkan dana Bantuan  dari Kemensos RI terhadap warga yang terdampak Covid-19. Selain itu aksi damai digelar karna Pembagian Bantuan Covid – 19 dinilai tidak transparan

Dalam aksi tersebut terlihat puluhan warga terdiri para emak emak dan bapak bapak, mereka membawa berbagai foster dari karton bekas dengan berbagai tulisan intinya mereka mempertanyakan ke pemerintah mengapa mereka tidak mendapat bantuan dari dampak COVID 19 Aksi warga dimulai dari Taman Kota Pasir Pagaraian, lalu long March menuju ke Kantor Lurah Pasir Pagaraian, dan dilanjutkan di depan Pintu gerbang Kantor Bupati Rohul.Selasa (30/6/2020) Siang.

Aktivis Lisman.G dan Razali Nasution, melakukan orasi dengan menyuarakan berbagai asipirasi dan kekesalan warga terkait pendataan penerima bantuan COVID 19, mereka mempertanyakan mengapa sebagian warga tidak dapat bantuan sedangkan mereka merupakan warga kurang mampu.

‘Kami sudah mentaati aturan pemerintah, tapi Pemerintah tidak berikan bantuan, kami meminta agar data penerima dijelaskan secara tranparansi  sesuai undang-undang nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik “kata Lisman dalam orasinya.

Dari pantauan media ini, Puluhan massa aksi itu mendapatkan pengawalan ketat dari personel Polres Rohul, dan jajaran serta TNI, dan Satpol PP, dalam aksinya Puluhan warga tetap mentaati Persyaratan protokoler kesehatan

Kedatangan Puluhan massa disambut oleh Sekretaris Dinas Sosial P3A Rohul, Camat Rambah Arie Gunadi, Kabag Ops Kompol Firdaus, Kasat Intelkam Polres Rohul, Kasat Sabara, Kasat Binmas, Danramil O2 Rambah, dan Lurah Pasir Pangaraian.

Sikapi masa aksi Camat Rambah Arie Gunadi mengucapkan terima kasih atas asipirasi yang disampaikan warga, “Kami mewakili Pemerintah, berterima kasih atas asipirasi yang disampaikan masyarakat terkait bantuan warga tardampak COVID-19. Kami dari Pemerintah tetap dan selalu memperhatikan warga, namun bantuan terdampak COVID-19 terbatas, tidak semua mendapatkannya, karena penyaluran bantuan sesuai peraturan yang ada,” Ujarnya

Selain itu Lurah Pasir Pangaraian Dedi Kurniawan Saputra, juga memaparkan jenis bantuan dan jumlah warga penerima bantuan terdampak COVID-19 diwilayahnya, dia menjelaskan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI penyaluran dari Kantor POS dari yang diusulkan penerima 102 KK, penerima menjadi 91 KK, 11 KK lain dikembalikan di POS karena 11 KK itu dinilai warga mampu dan ada PNS

Kemudian ada penerima PKH yang di data Terpadu Dinsos P3A ada 8 KK penerima Sembako dari Pemkab Rohul,  BST dari Pemprov Riau yang sampai saat ini masih belum tersalurkan, ada Bantuan Sembako dari Provinsi Riau atau Kartu Keluaga Sejahtera (KKS) penerima 21 KK, bersamaan Bantuan Non Tunai (BNT) dari Pemerintah Pusat, dan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

“Penerima PKH sudah tetap, dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinsos P3A Rohul diterima setiap bulannya. Sedangkan Sembako Pemprov Riau KKS dan BNT itu bukan tunai, namun uangnya masuk di Rekening Bank  masing-masing Penerima setiap bulan sampai bulan Desember 2020 mendatang,” jelasnya.

Terkait data penerima bantuan COVID 19. Pihak kelurhan diberi waktu mendata hanya dua hari, namun bila data itu ada yang ganda penerima juga ada revisi. Terkait aksi warganya selaku lurah dirinya menerima aspirasi masyarakat.

Usai aksi di depan kantor Lurah, puluhan massa melanjutkan di depan Kantor Bupati Rohul. Warga juga menyampaikan aspirasinya di depan pintu gerbang Bupati, mereka disambut Kadinsos P3A Rohul Sri Mulyani, dan Dia memaparkan terkait bantuan COVID-19 dari Pemerintah.

Menurutnya Penyaluran bantuan COVID-19 dilaksanakan sesuai aturan yang ada, Dinsos P3A Rohul hanya sebagai pengatur teknis sistim penyaluran ke warga saja. Namun apa yang disampaikan warga, ini sebagai masukan dan evaluasi ke kami, dan bila

bapak ibu merasa penerima, diharap datanya diberikan kepada RT, RW, Lurah Kades nya masing-masing untuk bisa di evaluasi lagi penerima bantuan terdampak COVID 19,” tandasnya

Usai mendengarkan penjelasan dari Kadinsos, Massa aksi akhirnya membubarkan diri , dan aksi tersebut berakhir dalam situasi aman dan kondusif,
***(Alfian Tob)