PT.Gunung Mas Raya & PT IIP Jawab Tuntutan Karyawan Setengah Hati

Terkait Pertemuann Bipartit ll Di Disnaker Rokan Hilir
BAGANSIAPIAPI, Riau Andalas. com  – Terkait dengan berlangsungnya perundingan kedua antara pihak katyawan PT.Gunung Mas Raya Sei Rumbia 2,PT.Indoagri Indah Plantation terhadap Karyawan yang bernaung di Bawah Serikat Buruh Seluruh Indonesia SBSI.Solidaritas unit masing masing Perusahaan tanggal 9 Maret di Kantor Disnaker Rohil,tampaknya  setengah hati.
Pasalnya  tertuang dalam surat jawaban pada 9 Maret 2017 di nyatakan 14 belas hari kemudian  terhitung mulai hari Senin 13 Maret  2017di tandayanhani oleh Kadis Rohil Amiruddin MM,bukan terhitung sejak surat keputusan itu di tanda tangani yakni pada hari Kamis 9 Maret 2017 kemarin.
Jawaban setengah hati tersebut terlontar dari Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Serikat Buruh Seluruh Indonesia DPRD SBSI-Solidaritas Pusat, Ramlan Sinaga yang mengikuti Agenda pertemuan Bipartit ke ll di Kantor Disnaker Rohil jalan Kecamatan Batu 6,Bahan Siapi Api.
Ramlan Sinaga saat berikan konfirmasinya kepada Rekan rekan Pers  9/3 mengatakan,inilah fenomena Perburuhan di Tanah Air,dimana banyaknya ketidak sinkronan antara Buruh (Karyawan) dengan pelaku Usaha (Corporasi )sikap dan sifatnya diskriminatif terkait tuntutan hak hak Normatif Karyawan.
Di katakannya, terkait aksi Mogok Kerja Karyawan pekerja Harian Lepas (PHL) PT.IIP  dan PT.Gunung Mas Raya Sei Rumbia 2,telah melakukan Bipartit ll di Disnaker Rohil pada 9 Maret 2017 dimana hasil Kesepakatan,Kedua Perusahaan akan berikan Jawaban tertulis 14 hari ke depan terhitung tanggal mulai tanggal 13 Maret 2017,yang seharusnya tidak demikian,paparnya.
Dengan adanya Keputusan Rapat Bipartit ll dan di Disnaker Rohil Kamis 9 Maret 2017 kemarin,Kepala  Dinas Tenaga Kerja Rohil Amiruddin MM melalui Surat  yang di tujukan kepada SBSI tanggal 9 Maret 2017, menghimbau agar bekerja kembali seperti biasanya menunggu jawaban dari pihak Perusahaan 2 pekan kedepan terhitung  tanggal 13 Maret 2017,sayangnya Kadis Rohil Saat dihubungi via  seluler guna konfirmasi terkait pertemuan Bipartit di Kantornya,pihak wartawan tidak mendapatkan jawaban….(mahmud sinambela)