Polisi tembak warga kerasukan

Tidak ada komentar 875 views
example banner

riau andalas.com –polisi tembak warga hingga empat kali door
IMG01164-20150915-2313AKBP Pitoyo Agung Yuwono, S.Ik, M.Hum menjelaskan kejadian pada segenap awak media penembakan terhadap seorang Guru Bantu (GB), tenaga honorer SMAN I Rambah kabupaten Rokan hulu Fahrur Raji (36) oleh polisi polsek Rambah yang terjadi Selasa (15/9), sekitar pukul 02.30 Wib dini hari di Jalan Panglima Sulung, dekat Kantor DPRD Rohul
Hal itu diterangkan AKBP Pitoyo Agung Yuwono di ruangan dinasnya jumat 18 september Dijelaskan, sebelum terjadinya penembakan, oknum guru tersebut sedang dikejar dan dikepung oleh warga yang ronda malam itu Pasalnya warga melihat ada gelagat mencurigakan pada diri oknum guru tersebut.
Setelah di kepung FR (korban) melarikan diri, namun dihentikan oleh masyarakat, karena lari warga mengejar sambil teriak maling.
Kapolres menambahkan, menurut keterangan warga, yang bersangkutan bersembunyi di lalang rerumputan, kemudian dikejar warga lagi, dan ditemukan disebuah gang, wargapun mengepung ramai-ramai.
Se orang warga , menghubungi pihak Polsek Rambah, kemudian anggota polsek Rambah ke TKP mencari bersama-sama warga di tempat persembunyiannya
Di tambahkannya bahwa guru tersebut menyerang warga, anggota polisi yang bersama dengan warga, melepaskan tembakan peringatan satu kali. Tapi yang bersangkutan menyerang warga di malam hari, dengan menggenggam sesuatu
“Polisi sudah melakukan tembakan peringatan, tidak menyerahkan diri, kemudian ditembak kakinya untuk dilumpuhkan karena menyerang, (dan tembakan) mengenai betis”, dan ini di anggap sudah memenuhi prosedur jelas kapolres di ruang dinasnya .
Namun keterangan dari warga yang melihat kejadian FR sedang kesurupan hingga tangan nya tidak bisa dibukakan walau di beri tembakan ianya (Korban) tidak mengerti dengan tembakan peringtan jelas warga .
Disayangkan warga ,oknum polisi itu sangat terlalu dan berlebihan penembakan hingga peluru bersarang sebanyak empat peluru di kakinya semustinya hal itu tidak terjadi adanya polisi untuk memberikan perlindungan terhadap jiwanya jelas warga yang menjadi nara sumber Riau Andalas
Saat korban di rawat di ruang aiciu jumat 18/9 pihak dokter yang menanganinya Dr Fahrijal “korban mengalami gangguan jiwa ilustrasi korban dapat melihat apa yang kita tidak bisa lihat sehingga korban mengamuk dan selalu brontak jelas fahrizal dan mungkin setelah perobatan ini selesai korban akan kita serahkan ke Rumahsakit jiwa(RSJ) terangnya *** M.hsb