Pengamat Sebut, Lawan Utama Incummbent Masyarakat

Tidak ada komentar 471 views
example banner

100_4987

*Parpol sudah pasti ikut suara masyarakat

PEKANBARU, Riau Andalas.com– Hingga kini belum satupum partai politik mengumumkan pasangan balon yang akan disusung pada Pilkada serentak di dua kabupaten kota Riau 2017. Seperti Kota Pekanbaru yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda partai memberikan pilihan pasti pada pasangan balon yang akan diusung.

Meskipun sebelumnya beberapa partai sudah menyatakan telah memberikan surat rekomendasi pada balon untuk menuyusun dan mencari pasangan koalisi partai. Namun rekom tersebut juga belum ada keputusan inkrah dari pimpinan masing-masing partai di pusat.

Menurut pengamat Politik Riau Muhamad Amin, kondisi politik pilkada di Riau saat ini jauh menurun dibandingkan priode sebelum-sebelumnya. Dimana penyebabnya kembali pada masyarakat yang mulai malas dan bosa dengan poltik. Pasalnya apa yang diinginkan masarakat selama ini jauh diluar perkiraan dan harapan. Sehingga kepedulian terhadap pemilihan maupun politik tidak begitu jadi pertimbangan bagi masyarakat.

“Kita bisa lihat dari hasil survei partai untuk balon, pilihan masyarakat semakin kacau. Bahkan dari beberapa partai menyatakan hasil survei balon tidak ada yang memenuhi kuota partai,” kata M Amin Selasa (6/9).

Penyebab utama rendahnya kepedulian masyarakat terhadap politik, juga disebabkan faktor perekonomian yang saat ini terus menurun. Sehingga masyarakat sibuk dengan perekonomian yang dihadapi setiap hari. Sementara disisi lain masyarakat juga tidak bisa berharap banyak dari pemerintahan. Sehingga faktor ini juga merupakan dampak pada pilkada yang akan dilaksanakan mendatang.

“Kondisi ini juga merupakan salah satu kerja keras bagi para politik, terutama para balon pilkada yang harus bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat pada politik. Terutama balon dari inucmbent yang sudah diketahui mayarakat track record selama menjabat,” jelasnya.

Untuk incumbent sendiri katanya, lawan utama itu bukan peran balon yang ikut maju pada pilkada, tapi masyarakat masyarakat yang sebelumnya telah memberikan amanah, karena untuk mendukung kembali masyarakat akan melihat apa yang sudah dibuat dan diberikan incumbent selama menjabat.

Sedangkan untuk partai politik, dukungan sudah pasti akan diberikan pada balon yang sesuai pilihan masyarakat. Maka untuk mengusung balon partai melakukan survei meskipun pada incumbent sendiri yang sudah menjadi partai penguasa di pemerintahan.

“Sesuai pandangan kita, inilah yang terjadi di Pekabaru maupun kabupaten kampar saat ini. Dimana untuk menentukan pilihan itu partai sangat berhati-hati, karena bagaimanapun partai ingin menang dalam pilakada,” kata Dosen Fipol UIR ini. (Dri)***