Pemberlakuan Buka Tutup Plang, PT Salim IVO Mas Tbk Timbulkan Keresahan Masyarakat

example banner

ROHIL, Riauandalas.com-Tertahanya  mobil  muatan Sawit Masyarakat hingga behari hari akibat pemberlakuan buka tutup  plang  Perusahaan Perkebunan sawit  PT IVO Mas Pratama Tbk unit Balam Estate Km 31,Rohil hingga timbulkan keresahan Masyarakat.

Reaksi ini pun Muncul dari berbagai Kalangan Pemerhati,, diantaranya Muhammad Sahlal terkait Buka tutup plang sampai batas pukul delapan Malam bagi Truk muatan sawit Masyarakat dan pukul 09 bagi mobil pribadi yang melintasi area jalan Kebun tanpa menimbang kepentingan Masyarakat. “Saya pikir ini perlakuan tidak Manusiawi, Perlakuan ini sangat Kejam dimana Masyarakat harus turut apa kata Perkebunan, Kalau tiba tiba Masyarakat sakit dan harus di larikan ke Rumah sakit atau ada yg melahirkan, bagaimana Nasib Mereka..

Terkait hal itu Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat akan Menyurati Menteri terkait di Jakarta, Respons Pemerintah di harapkan menindak lanjuti Masalah tersebut terkait Hilangnya Hak Masyarakat atas kebebasan yang harus turut aturan bersifat Feodalistik terhadap Masyarakat.

Adapun keberadaan plang adalah melindungi Aset Perusahaan, bukan Rugikan Masyarakat, dimana Pimpinan Perusahaan perintahkan  Satpam  menahan Mobil Sawit Masyarakat sampai berhari hari berakibat TBS busuk dan alami kerugian karena Pemilik PKS  tidak menerima buah busuk.

Peraturan sepihak ini telah mencederai hati Masyarakat dan menghilangkan tujuan pokok dimana Perusahaan harus memperhatikan Kepentingan Masyarakat dan Mensejehterakan Masyarakat di sekitar, tandanya.

Dari Pantauan di lapangan Sipahutar ,pemilik truk yang di konfirmasi  RiauAndalas. com Rabu tanggal 1Mei pukul 15:30Wib 2019, menuturkan, kalau mobilnya sudah tertahan berhari hari dengan alasan yang tidak jelas sumbernya. Sipahutar adalah salah satu Pembeli Sawit dari kebun Masyarakat yang melintas melalui jalan Pos Plang Kebun.

Sipahutar menuturkan, dirinya  mengalami kerugiian akibat  tertahan berhari hari hingga TBS tersebut busuk  dan tidak laku di jual, Gimana lah  Pemikiran perusahaan itu, bukan Mensejehterakan Masyarakat malah Keberadaan Perkebunan itu membuat Masyarakat menderita seperti saya ini tandanya dengan nada sedih.

Namun Sayang, Toto, sebagai Manajer  Perusahaan Perkebunan Bonavid ini Terkesan menghindar saat di konfirmasi Riauandalas.com  pada Rabu tanggal 1 mei lalu.

Ketidak Kooperatipan
tersebut di duga  Intervensi Perusahaan yang sudah sekian lama berlangsung  sebagai dalih  keamanan berbungkus  peraturan sepihak, bukankah itu Intimidasi? Namun saat Kepala Desa Kepenghuluan Balam Sempurna menanggapi seputar Keresahan Masyarakat, Siilaban menjawab, “Para Wartawan sudah tau lah jawabannya, jangan tanya Saya  ungkapnya kepada Wartawan Kamis 2 Mei 2019  Saat di Konfirmasi via Seluler nya. Semoga Keluhan Masyarakat ini di dengar Perusahaan, sebelum adanya Respons Pemerintah untuk Menindak lanjuti agar Peraturan Sepihak ini di hapus.

(Ms)**