Pelayanan Buruk, Dewan Akan Panggil Pihak RSUD Arifin Achmad

example banner

rsud-aa

 

PEKANBARU, Riau Andalas.com – Buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad terhadap pasien, diduga ada sesuatu yang disembunyikan pihak RSUD. Terutama pelayanan terhadap pasien miskin atau tidak mampu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi E DPRD Riau Masnur. Dikatakanya pelayanan RSUD seharusnya tidak lagi ada kendala. Pasalnya, fasilitas maupun tenaga medis yang ada di RSUD Arifin Achmad sudah lengkap dan canggih. Sehingga tidak ada lagi alasan pihak RSUD untuk melalaikan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kita yakin ada sesuatu yang disembunyikan pihak RSUD, sehingga selalu ada permasalahan dalam pelayanan pasien,” kata Masnur.

Dijelaskannya, untuk pelayanan pasien ini, seharusnya pihak RSUD terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan. Agar apapun kendala bisa diketahui dan dituntaskan. Karena kalau dilihat kondisi RSUD Arifin Achmad saat ini peralatannya jauh lebih bagus. Bahkan lebih canggih dari beberapa rumah sakit swasta yang ada di Riau. Tapi kenapa pelayanannya selalu terkendala dan dikeluhkan oleh masyarakat.

Tambahnya lagi, “Pelayanan ini tidak bisa dianggap spele oleh pihak rumah sakit, karena selain kewajiban juga terkait nyawa pasien yang wajib diutamakan,”

Untuk mengetahui kejelasan pelayanan tersebut, ia menyatakan akan memanggil pihak RSUD Arifin Achmad Senin (19/9) minggu depan. Agar seluruh permasalahan bisa dituntaskan.

“Jika memang ada yang disembunyikan atau ditutup-tutupi kita akan minta keterangan, apa yang disembunyikan itu, apakah peralatan maupun tenaga medis atau dokter. Karena setahu kita RSUD Arifin Achmad selama ini sudah termasuk rumah sakit yang berstandar internasional.”

“Atau karena pasien miskin yang tidak mampu membayar rumah sakit. Kalau itu permasalahannya kan sudah ada BPJS. Maka itu, kita panggil pihak rumah sakit ini. Ini juga akan kita lakukan pada pihak rumah sakit swasta menimbang saat ini pengobatan masyarakat sudah ada BPJS dari pemerintah,” tegas politisi Golkar ini.

Sementara Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Nurzeli, membantah ada pasien yang tidak dilayani dan dukunjungi dokter. karena seluruh pasien yang masuk ke RSUD ada laporan pemeriksaan. Sehingga tidak benar ada pasien yang tidak dilayani apa lagi sampai berminggu-minggu.

“Kita sudah lakukan pengecekan, tidak ada paisen kita yang tidak dikunjungi dokter,” jelasnya.

Seharusnya informasi ini tidak dijadikan pada posisi negatif, karena sama saja menjatuhkan rumah sakit daerah sendiri yang seharusnya dijaga secara bersama oleh masyarakat.

“Kita sudah berupaya untuk lebih maksimal, apalagi untuk pelayanan ini dokter itu sudah disumpah dan tidak mungkin mempermainkan pasien” kata Nurzeli. (Dri)