Pasien Komplain Dokter Salah Dianogsa Penyakit, Dirut RUSD Akui Kerja Dokter Sudah Sesuai

example banner

 IMG_20160825_094713

ROKAN HULU, Riau Andalas.com – Sikapi adanya komplain pasien RSUD karena dianggap kurang profesionalnya dokter yang menangani dirinya saat dirawat di RSUD beberapa waktu lalu, Direktur RSUD Pasir Pangaraian menyatakan, kerja dokter sudah sesuai standart pelayanan dan biasa pasien komplain.

Komplain disampaikan Mintereja, warga Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah, Kamis (25/8/2016), dimana saat dirinya dirawat Selama 4 hari memutuskan pulang lebih awal dari RSUD, karena dianggap pelayanan di RSUD tidak baik.

Kata Mintareja, pada Jumat (12/08/2016) dirinya dibawa keluarganya ke RSUD, setelah dirinya mengeluhkan penyakit di deritanya saat itu. Badanya keringat dingin dan dirinya sulit buang air kecil dengan kondisi fisik yang lemah. Kala itu adik Minterja Jamron, menduga abangnya Mintareja hanya menderita masuk angin biasa

 

Saat dibawa ke RSUD, dianjurkan pasien Mintareja dirujuk ke RS Awal Bros Pekan Baru, setelah dokter umum berinisial, M, menunjukkan hasil Rongent yang menyimpulkan pasien idap penyakit kronis, dimana dalam kantung kemih pasien terdeteksi batu karang sebesar telur ayam.

 

Pada hari Senin, menurut Pihak RSUD setelah dilakukan rongent hasil dari diagnosa, pasien atasnama Mintareja positif di dalam kandung kemihnya terdapat batu karang sebesar telur ayam. Menurut analisis penyakit itu sangat berakibat fatal dan harus segera dirujuk dan diopersi di RS Awal Bros Pekan Baru

 

Mendengar kabar itu, keluarga pasien terkejut dan cemas. Mintereja‎ selama ini tidak pernah mengeluhkan rasa sakit ataupun gejala dari penyakit yang diderita pasien, dan setelah mendengar kabar itu keluarga berembuk lalu memutuskan menunggu sampai Senin, karena bila rujuk ke Pekanbaru pada sabtu dan Minggu kemungkinan belum bisa dioperasi sehingga Minterja tetap di rawat inap di RSUD.

Minggunya, keluarga pasien meminta agar dilakukan rongent ulang kepada  dokter yang Bertugas bukan dokter H Yang Bertugas Jumat. Anehnya, rongent ulang kali ini dokter menyatakan pasien mengidap penyakit batu karang, hingga membuat bingung keluarga.

 

Senin tanggal 15 Agustus  2016, dokter spesialis bedah Hendrizal, meminta bukti hasil rongent. Setelah diagnosa dokter spesialis bedah, yang terlihat dihasil rongent  adalah buah penis bukan batu karang, seperti yang dinyatakan oleh dokter sebelumnya.

 

Kemudian, pasien diizinkan pulang dengan diberi obat serta surat ‎kontrol. Mintareja meminta, agar Direktur RSUD M Yakup, mengintruksikan ke petugas medisnya terutama dokter, agar lebih professional menaangani pasiennya. Apalagi mendianogsa suatu penyakit, jangan asal saja karena akan membuat pasien kecewa atas pelayanan RSUD.

 

“Direktur RSUD, sebaiknya sekolahkan lagi dokter yang ada di RSUD agar lebih profesional dan memahami penyakit apa yang diderita pasien saat berobat di RSUD. Sehingga pasien nantinya tidak kecewa, apalagi bila mereka berobat tanpa BPJS dan dengan membayar, maka nama RSUD akan rusak nantinnya,” sebut Mintareja.

 

Direktur RSUD Pasir Pangaraian, M Yakup sikapi hal itu mengatakan, bahwa dokter umum saat di IGD tidak melakukan tindakan, namun hanya menyampaikan sebaiknya dirujuk ke ke dokter yang lebih mengerti yakni dokter bedah.

“Tindakan dokter kita sudah sesuai prosedur, karena dokter umum di IGD todak ada ambil tindakan, namun menyampaikan agar pasien sebaiknya dirujuk ke dokter ahli bedah,” ungkapnya.

 

Ditanya terkait salah diagnosa, M Yakup mengaku, bahwa dokter umum memiliki keterbatasa, dan yang mengetahuinya dokter spesialis. Namun karena saat itu pasien dibawa ke IGD, sehingga analisis awal dokter umum lebih mengarah ke batu karang yang diderita pasien, kemudian setelah dilihat dokter spesialis bedah itu bukan batu karang hanya terjadi infeksi biasa,” ucap M Yakup.

 

M Yakup berharap, bila ada komplain pasien ada ruang khusus, termasuk melalui  SMS center RSUD.”Silahkan sampaikan komplain, karena sudah ada layanan di RSUD kita, bagi pasien yang kurang puas dapatkan layanan,” kata M Yakup lagi. **Alfian**