Noviwaldy : “Tindak tegas dan segera laporkan pelaku Karlahut!”

example banner

images (12PEKANBARU, Riau Andalas.com-Beberapa minggu terakhir Riau kembali dikepung titik api. Bahkan setiap hari pantauan BMKG Riau setiap hari penambahan titik api mencapai sekitar 20-30 titik di beberapa kabupaten/ kota yang mengancam Riau kembali dikepung asap.

 

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Riau mengakui telah mengantongi data pihak selaku penyebab terjadinya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut). Dimana dalam waktu dekat ini akan dilaporkan pada penegak hukum untuk segera ditangkap sesuai undang-undang yang berlaku.

 

“Kita sudah kantongi data-datanya, dan kita akan laporkan segera tangkap pelakunya,” kata Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, Senin (15/8) di DPRD Riau.

 

Untuk penanganan pelaku karlahut ini, sebelumnya ia juga telah mengkoordinasikan dengan pihak penegak hukum, agar pelaku yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran agar diberikan hukuman yang setimpal dan membuat jera berbuat kembali. Karena dampaknya sangat buruk pada masyarakat maupun daerah yang selama ini sudah dicap selaku penyebab asap.

 

“Untuk karlahut ini, kita tidak main-main dan itu sudah dikoordinasikan dengan penegak hukum untuk bisa menindak tegas,” katanya.

 

Disinggung terkait anggaran penanganan bencana yang tidak ada dalam APBD. Ia menjelaskan anggaran bencana itu memang tidak ada dianggarkan dalam APBD, tapi APBD boleh digunakan untuk penanganan bencana.

 

“Pemerintah boleh menggunakan APBD untuk bencana tanpa minta persetujuan DPRD, dan pemerintah hanya melaporkan saja. Maka itu, tidak ada alasan anggaran kendala pengentasan bencana seperti karlahut ini.”

 

“Sesuai penganggaran, tidak ada daerah yang menganggarkan anggaran untuk bencana. Karena tidak ada juga daerah maupun negara yang kena bencana. Untuk itu, tidak ada sistim penganggaran untuk bencana, tapi boleh digunakan,” tutur Noviwaldy. (Dri)