Misteri Kerjasama” Media dengan Diskominfo Inhil” Anggaran Tahun 2020.?

PEKANBARU, Riauandalas.com – Awal tahun 2021 ini masih mengisahkan misteri terkait pembayaran uang berita Advetorial di kabupaten Indragilir Hilir, yg di kelola Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfo PS) pada tahun anggaran 2020 lalu.

Media yang akan kerjasama di Inhil pada tahun 2020, yang tidak memenuhi persyaratan akan di bantu oleh salah satu Kabid (DiskominfoPS) yang tergabung oleh organisasi media online dengan sistem  “main belakang”. Setelah di sepakati , Antara bulan 4 , berapa media online yang di janjikan main belakang oleh Kabid Diskominfo Ps, atas persetujuan kadis Diskominfo Ps Inhil, asal jangan ada berita miring, jelasnya.

Mulai di kirimkan aplikasi kerjasama ( www.cloud Inhilkab. go.id) dengan persyaratan Perusahan kerja sama data perusahaan di upload ke aplikasi tersebut, dan berita rilis terkait kegiatan pemerintah kabupaten Inhil dari Diskominfo PS inhil ke redaksi media juga di upload ke aplikasi” terang kabid Diskominfo tersebut.

Soal harga belum ada kesepakatan bersama antara Diskominfo Inhil dengan perusahaan media online berapa per- satu berita Advetorial tersebut? Namun pihak diskominfo terus mengirim berita Advetorial ke redaksi media.

Biasa per – tiga bulan bagi perusahaan media yang telah melakukan publikasi kegiatan pemda Kabupaten Inhil,agar mengajukan penagihan dan melampirkan bukti fisik Advertorial, screen shot dari aplikasi  www.cloud Inhilkab. go.id namun pihak dinas Kominfo Inhil hanya bisa ber janji bulan depan dan seterusnya bahkan ada juga sama sekali tidak dibayarkan dengan alasan tak ada anggaran.

Salah satu owner media atas nama ‘HA’ mengatakan, pembayaran Advertorial Tahun 2020 belum satu rupiah pun dibayarkan oleh dinas Kominfo Inhil pada perusahannya hanya janji, kalau pun nggak dibayarkan tidak masalah tapi jangan lah kita di janjikan, ini sudah masuk tahun 2021 , ada pun pihak diskominfo Inhil mau membayar kan Rp 27.000 , per- satu berita Advetorial, oke lah kalau segitu , bagaimana kalau media online cuma 100 buat berita Advetorialnya, berarti hanya 2.700.000 , sudah setahun tunggu bayarnya , itu pun 2021 baru ini mau di bayarkan kata diskominfo Inhil, ada apa?   . Jelas HZ

Sementara itu, Kadis Diskominfo Inhil Trio Beni Putra. SE, saat di hubungi melalui WA pribadi, mengatakan “sebenarnya jika kelengkapan dan mou d selesaikan d awal tahun, kita ttp sesuaikan dgn nilai bobot yg ada bg,

kalau secara aturan jika sampai bulan mei tdk teken mou, makan d anggap mengundurkan diri bg, namun karena mungkin kesibukan bgbroy, saya maklumi utk tahun 2020 ini, dan bukan kami yg ingin menunda lambat d bayarkan bg

tapi karena pihak media yg lambat melengkapi adm, semoga d 2021 bisa kita perbaiki

tapi karena pihak media yg lambat melengkapi adm, semoga d 2021 bisa kita perbaiki

kami sdh tdk bisa berbuat banyak, harga ttp berdasarkan rating point masing2 media.ungkap kadis