Mahasiswa,minta Disdik Pekanbaru menyelesaiakan penututpan SD IT AL Birra

example banner

Pekanbaru,(RA) – Aliansi Mahasiswa Penyelamat Pendidikan (AMPP)  BEM FKIP UR Hima FKIP dan BEM UR mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru untuk mendesak menyelesaikan penutupan SD IT Al Birra secara sepihak oleh yayasan. Sebab sudah hampir 3 (tiga)  minggu sekolah memiliki 26 siswa ini tidak melakanakan proses belajar mengajar.

Penutupan ini telah mencoreng dunia Pendidikan di Kota Pekabaru bahkan Provinsi Riau. Sementara pemerintah Pekanbaru sangat lambat menangani permasalahannya pasca pengaduan yang dilakukan oleh pihak sekolah dan orang tua wali murid ke Disdik Pekanbaru.

Korlap Aksi, Muhammad Fauzi mengatakan seharusnya anak anak Riau mendapatkan hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun kenyataannya, banyak anak anak diusir dari bangku belajar akibat sekolah ditutup untuk tujuan tertentu.

‘Seharusnya anak anak ini (siswa) mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak anak lainnya. Namun sudah tiga minggu anak anak ini tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar,’ kata Fauzi, Senin (19/1).

Sementara Kadisdik Pekanbaru, Prof Zulfadil mengaku tidak pernah mengabaikan setiap permasalahan pendidikan yang terjadi di Pekanbaru. Namun dinas telah mencarikan solusi dengan memindahkan untuk melanjutkan proses belajar mengajar ke SD Negeri.

Tetapi mengherankan, kenapa orang tua murid tetap tidak terima. Padahal penutupan sekolah, dikarenakan tidak mampu untuk beroperasioanal lagi. Sehingga pihak yayasan dan dinas telah mengambil jalan terbaik dengan mencarikan jalan keluarnya.

‘Saya tidak tau apa yang diinginkan orang tua murid. Padahal sekolah itu ditutup karena tidak mampu beroperasi lagi dan muridnya dipindahkan kesekolah negeri. Tapi kok orang tua kok masih terus menuntut,’ kata Zulfadil kebingungan.

Berdasarkan data Disdik Pekanbaru, dari 26 siswa SD Al Birra sebanyak 23 orang sudah mendaftar ke sekolah yang baru. Karena itu, ia meminta mahasiswa yang berunjuk rasa untuk memahami masalah tersebut lebih objektif.

Sekarang Disdik Pekanbaru juga terus mengupayakan agar siswa sekolah itu mendapat sekolah baru yang setara dan lebih baik. Namun, beberapa orang tua murid yang bersikeras agar Disdik Pekanbaru mempertahankan sekolah itu dan bertanggungjawab terhadap nasib anak anak mereka yang terancam tak melanjutkan sekolah.

‘Sebelumnya Disdik Pekanbaru sudah berkonsultasi dengan Yayasan Al Birra sejak tanggal 5 Januari, terkait ada rencana penutupan sekolah tersebut. Pihak Yayasan mengaku tidak sanggup lagi meneruskan sekolah itu karena jumlah siswa setiap tahun terus berkurang dan hanya menyisakan 26 orang,’ terang Zulfadil.

Editor:Hendri

Sumber:riau global