Lahan Parkir disulap jadi Ruang Kelas belajar

Tidak ada komentar 398 views
example banner
Parkir jadi sekolah
Rokan Hulu, Riau Andalas.com – Dilema pendidikan, memang belum lagi tuntas di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mulai minimnya infrastruktur, termasuk standarisasi tenaga pendidik dan kesejahteraan para guru, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Bupati-Wakil Bupati Rohul Suparman-Sukiman.

Bayangkan saja, salah satu sekolah lanjutan Tingkat atas yang notabene berada di wilayah perkotaan, karena minimnya fasilitas, sehingga harus menyulap lapangan parkir menjadi Ruang Kelas Baru (RKB), kalau seperti ini jadinya, tentu mutu dan nilai pendidikan akan menjadi tanda tanya.

Tidak itu saja yang menjadi tantangan bagi pihak sekolah, sebelumnya SMAN 3 Rambah tersebut yang berada di Desa Suka Maju, Rambah merupakan bekas Kantor Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Rohul, kabarnya, kalau gedung itu akan diambil kembali.

Atas niat Kadishubkominfo Rohul, Roy Roberto, kemudian setelah adanya surat dari Mantan Bupati Rohul Achmad untuk mengambil kembali gedung tersebut, pihak sekolahpun, mulai dari para guru dan para murid merasa was-was, kapan itu akan terjadi.

Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 3 Rambah Zuliyandri Rosa di dampingiWakil Kepala SMA Negeri 3 Bagian Kesiswaan, Jasman Yakup dan humasnya, mengakui kini kalau murid mereka sudah ada sekitar 47 orang, kemudian murid baru yang sudah terdaftar sebanyak 45 orang, secara otomatis mereka mebutuhkan tiga RKB lagi.

“Untuk menyiasati kami terpaksa membuat tempat parkir tersebut menjadi RKB, kalau tidak kemana anak-anak kami ini mau belajar, kami juga berharap supaya pak Bupati-Wakil Bupati Rohul Suparman-Sukiman bisa datang ke sekolah kami dan melihat kondisi yang sebenarnya,” harap ketiga dengan kompak.

Zuliyandi Rosa, mengakui kalau di sekolah yang dipimpinnya itu, ada 4 PNS, 1 Guru Bantu dan 18 guru honor komite “Untuk guru honor komite ini ada yang bergaji Rp 150 ribu perbulan dan ada yang Rp 200 ribu perbulan,” ungkapnya.

Tambahnya, kalau sempat pihak Kadishubkominfo Rohul mengambil gedung sekolah mereka, mungkin muridnya yang 80 orang lebih akan belajar di halaman sekolah, jadi satu-satunya harapan setelah pergantian kini Bupati-Wakil Bupati Rohul sudah dijabat Suparman-Sukiman, diharapkan pihak sekolah punya kebijakan strategis untuk itu.
“Terus gimana lagi pak, kami ini kan bawahannya tentu yang punya kebijakan pimpinan,

Tiga RKB itu awalnya dari tempat parkir belum ada kursi dan mejanya, ketika kami mencoba menjumapi Kepala Dinas Pendidikan, Pemudan dan Olahraga (Kadisdikpora) Rohul, Muhammad Zen, katanya kalau pendidikan SLTA sudah tidak menjadi kewenangan dan sudah diambil Disdik Provinsi Riau,” Kata kepala sekolah ,diamini staf-stafnya.

Aktifis Rohul Syarkawi Nasution, mengaku sudah turun kesekolah tersebut dan sudah melihat kondisi dan keberadaan sekolah memang ‎Kondisinya sangat Memprihatinkan‎
Dan dirinya mengakui sudah berkoordinasi dengan Bupati Rohul, Suparman.

“Saya sudah menghubungi pak Bupati Rohul Suparman, karena ini kita hanya sebagai alasan kemanusian, jadi kita tidak mungkin biarkan sekitar 80 murid lebih akan terlantar, mudah-mudahan pak Suparman akan objektif dan bijaksana dalam mencari solusi terkait persoalan sekolah tersebut,” pungkas Sarkawi Nasution yang juga warga asli Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah.(Alfian)