Kunjungan Jurnalis dan UNDP REDD+: Gajah Dilatih Untuk Karhutla Selamatkan Hutan

Pekanbaru, Riauandalas.com- Tim United Nation Development Program (UNDP) REDD+ melakukan kunjungan ke Riau. Tujuan kedatangan tim  UNDP REDD + dalam rangka meninjau  lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan,  seperti di Desa Sepahat, Desa Buruk Baku, Desa Sei-Pakning terletak di Dusun Kampung Jawa serta Desa Tanjung Leban. Selain itu, kunjungan tersebut turut serta mensosialisasi yang dianggap mampu mencegah terjadinya karhutla. Karena sebelumnya membangun normalisasi dan sekat kanal.

Foto GajahDalam rombongan tim UNDP REDD+  ini turut hadir puluhan jurnalis media cetak baik dari lokal maupun luar daerah (Jakarta) yang diundang bertujuan sebagai acara program media visit bersama jurnalis dan pembelajaran dalam menangulangi karhutla .

Sebelum menuju ke empat desa tersebut, rombongan terlebih dahulu menuju ke pusat latihan gajah Propinsi Riau. yang berada di Kecamatan Minas. Di tempat konservasi gajah ini, rombongan melihat secara dekat habitat gajah yang sudah terlatih.

Saat itu, rombongan yang dipimpin Bahri dan didampingi Ning Parlan dari pihak UNDP REDD+ langsung disambut oleh Supartono selaku kepada bidang wilayah dua Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BKSDA) yang ada di lokasi Tahura Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Tampak,  beberapa gajah yang terlatih berada di areal hutan tersebut. Bahkan, gajah-gajah itu didampingi oleh pawang gajah.  Sehingga kelihatan gajah itu mampu dijinakan.  Menurut Supartono, gajah-gajah yang ada di lokasi Tahura BKSDA ini ada berbagai jenis dan spesifikasinya. ”Gajah yang kita data ada 23 jenis  gajah. itu semua memiliki sikap dan tabiat yang berbeda-beda,” sebut Supartono.

IMG-20151119-02887”Khusus untuk gajah disini kita fungsikan untuk patroli, keamanan, kebakaran, dan penanganan konflik juga bisa difungsikan ke masyarakat. Disini ada 7 gajah yang bertugas memadamkan Karhutla,” ungkapnya.

Tim pemadam Karhutla ini sebenarnya sudah ada sejak 2004 lalu. Tugas gajah-gajah ini untuk mengangkat peralatan pemadam kebakaran. Gajah yang bertugas mengangkat peralatan itu khusus dilatih.

“Kita punya peralatan berat, tidak memungkinkan diangkut oleh manusia. Biasanya, kita bisa 3 hari patroli untuk patroli,” ujarnya.

Diuraikan Supartono gajah-gajah itu juga diberikan perlengkapan seperti mesin dan selang untuk penyemprot air.”Gajah ini juga memiliki kepekaan seperti halnya manusia. Jika ia tersingung tidak jarang juga pawangnya kena pukul,” kata Supartono.

Namun dijelaskan Supartono, gajah yang sudah terlatih ini juga memiliki perasaan yang halus.”Bila ia senang, maka ia akan jinak sekali,” ujar Supartono.

Ditambahkan Supartono, bahwa gajah-gajah yang ada ini rata-rata usia ada yang 45 hingga 50 tahun.”Mereka juga memiliki insting dan perasaan yang lunak. Namun, jika gajah sudah marah, maka ia tidak segan-segan menghajar
manusia,” tutup  Supartono. (Hartono Panggabean)***

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Kunjungan Jurnalis dan UNDP REDD+: Gajah Dilatih Untuk Karhutla Selamatkan Hutan"